Mati dibakar ! Pernah membunuh & mutilasi istri

67

Herlin-Karo |Ganguan jiwa yang diderita membuat Tobat Sembiring tega membakar dan memutilasi istrinya. Warga yang resah pun mengambil tindakan. Pria 45 tahun ini dipukuli hingga tewas lalu dibakar.

Kehebohan terjadi di Desa Tanjung Mbelang, Kec Tiganderket, Kab Karo. Warga yang geram dan marah menganiaya Tobat Sembiring (45) hingga tewas, Rabu (9/5) sekitar pukul 19:30 WIB.

Informasi dihimpun di lokasi, amuk warga dipicu tindakan korban yang kerap membuat onar di desa tersebut sejak lima hari belakangan. Aksi korban pun kerap mengancam keselamatan warga yang melintas di jalan. Bagaimana tidak, warga tersebut akan dikejar korban yang membawa senjata tajam jenis kelewang.

Karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga yang berjumlah sekitar 500 orang menyeret korban dari jalan menuju perladangan Kenjulu. Di situ, korban dipukuli hingga tewas. Tak cukup, warga kemudian membakar tubuh korban hingga gosong.

Ternyata, kemarahan warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, 2 November 2013 silam, kegilaan korban pernah membuat gempar. Bagaimana tidak, korban membunuh istrinya, Apriani beru Pasi (35) dengan sadis.

“Bayangkan saja, istrinya juga dibunuh dengan cara dibakar pakai ban dan dimutilasi,” kenang warga setempat, Peranginangin (50) kepada M24, Kamis (10/5).

Peristiwa sadis itu, lanjutnya terungkap setelah warga menemukan tengkorak kepala dibawa anjing di jalan umum antara Desa Tanjung Mbelang dan Tanjung Pulo. Setelah diselidiki, petugas kepolisian menemukan tulang belulang yang gosong bersama bakaran ban bekas di belakang rumah korban.

Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan yang dikomfirmasi mengatakan telah menangani peristiwa amuk warga tersebut.

“Iya benar, korban memang mengidap gangguan jiwa. Korban ini juga yang membunuh istrinya dengan cara dibakar dan memutilasi pada tahun 2013 lalu di desa yang sama,” ucap Ras Maju Tarigan.

Kasus tersebut, tambahnya, sempat diproses sampai ke pengadilan. Oleh Hakim, korban diputuskan benar-benar mengidap sakit jiwa. Selanjutnya korban dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Hanya saja, setelah masuk keluar RSJ, korban tetap membuat onar dan mengancam keselamatan warga.

Begitu mendapat informasi adanya amuk warga, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Pihak keluarga juga telah ikhlas dan tak akan menuntut atas kejadian yang menimpa korban.

“Keluarga korban telah ikhlas dan membuat pernyataan tertulis tidak akan menuntut. Tadi malam korban langsung dibawa keluarganya untuk dikebumikan. Mungkin hari ini penguburannya. Pun begitu, kita tetap masih melakukan penyelidikan. Kita belum tahu, korban dibakar pakai apa. Masih penyelidikan,” pungkas Ras Maju Tarigan.

Loading...