Mayat Mr X Ditumpukan Sampah, Kata Kapolres Itu Korban Pembunuhan

160

RIVAN-MEDAN | Polresta Medan menggelar paparan terkait mayat Mr X yang ditemukan warga mengapung di tumpukan sampah pada Kamis (20/4/2017) dinihari.

Di dalam rilis yang dibacakan ternyata adalah korban mr x, merupakan korban pembunuhan. Identitas korban adalah Yoshua Imanuel Pasaribu (22) warga Jl Menteng Raya, Gang Segar, Medan Denai.

“Dari hasil cek terhadap sidik jari korban, kami ketahuilah identitasnya. Lalu, berdasarkan identitas tersebut, laki-laki yang tewas ini adalah Yosua Immanuel Pasaribu (22) warga Jl Menteng Raya, Gang Segar, Medan Denai,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho di Mapolrestabe Medan Jalan M Nuh, Sabtu (22/4/2017).

Dalam rilis yang dibacakan, Sandi menjelaskan dari penelusuran yang dilakukan tim gabungan dari Polsek Medan Barat dan Medan Kota terungka bahwa kematian korban akibat dibunuh. Lalu polisi melakukan penyelidikan.

“Terungkap korban terlebih dahulu dianiaya lalu dibunuh oleh belasan pria karena dituduh sebagai kibus polisi, “kata Sandi.

Penganiayaan ini berawal saat polisi melakukan kegiatan grebek kampung narkoba di kawasan Jalan Multatuli. Korban masuk ke Jalan Multatuli itu setelah kegiatan grebek selesai. Saat itu salah satu pelaku yaitu Sopar mengincar korban karena dituduh sebagai kibus.

“Pada Selasa, 18 April sekira pukul 03.00 wib, di jalan Multatuli Lorong V Kolong, Sopar menangkap korban, karena merasa curiga dengan korban yang diduga informan polisi, kibus. Kemudian para pelaku lainnya menggeledah sepeda motor korban dan mereka menemukan gari di dalam jok motor tersebut,” ungkap Kapolrestabes, didampingi Waka AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kasat Reskrim AKBP Febriansyah, Kasat Sabhara AKBP SW Siregar, Kompol Martuasah Tobing, Kompol Victor Ziliwu, dan jajaran.

Setelah itu, korban mendapat penganiayaan dari belasan pelaku, dan satu diantaranya adalah wanita. Korban sempat mencoba melarikan diri dengan melompat ke sungai, namun dapat ditarik kembali oleh para pelaku.

“Korban diteriaki maling sehingga para pelaku makin banyak yang menganiaya. Puncaknya, korban ditunjang ke sungai dan tak nampak lagi, hingga kemudian dua hari kemudian muncul di pinggir sungai di jalan Guru Patimpus, Medan Barat, sudah tidak bernyawa,” terang Sandy.

Tim gabungan Sat Reskrim Polsekta Medan Kota, Medan Barat dibantu Sat Reskrim dan Sat Sabhara Porestabes Medan kemudian melakukan penangkapan terhadap 15 tersangka, namun satu di antaranya, otak pelaku, Sopar melawan saat hendak ditangkap dan melukai petugas. Sopar kena tindakan tegas sehingga meninggal dunia. Sementara petugas yang terluka, Bripka Rinto Aruan, kini dirawat di rumah sakit.

“Terhadap para pelaku yang merupakan jaringan preman setempat ini, ancaman Pasal 338 Subs 170 ayat (2) ke 3 huruf e Jo.351 ayat (3) KUHPidana. Para pelaku ini kebanyakan residivis narkoba,” pungkas Kapolrestabes.

Loading...