Nelayan Asahan Tewas Ditembaki Satpolair

11

Sempat dilarikan ke Puskesmas, nelayan kerang tradisional asal Tanjungbalai, Manggor akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Sementara dua rekannya, Agus dan Irwansyah kritis setelah kapal mereka diberondong personel Satpolair Polres Rokan Hilir, Polda Riau. Para korban dituding mencuri ikan.

TANJUNGBALAI-M24 | Ratusan nelayan tradisional dan masyarakat Tanjungbalai melakukan aksi bakar ban di Mapolres Tanjungbalai, Selasa (11/9). Mereka mengecam aksi oknum Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir (Rohil) yang menembaki sejumlah nelayan kerang asal Kabupaten Asahan sehingga menewaskan Manggor (37). Sementara dua rekannya, Agus (25) dan Irwansyah (26) kritis.

Seperti dituturkan pengunjukrasa, penembakan secara brutal itu terjadi, Minggu (9/9) sekitar pukul 23:00 WIB. Ketika itu, Manggor dan 10 nelayan asal Asahan dengan menumpang Kapal Motor (KM) Barokah Sari (GT.15) mencari kerang ke Perairan Bagan Siapiapi. Saat menebar jaring, tiba-tiba sebuah kapal menyorot mereka dengan lampu. Nahkoda dan seluruh anak buah kapal (ABK) pun terkejut karena pandangan yang silau.

Ketakutan, Nahkoda KM Barokah Sari, Sumpel (41) memilih kabur. Ternyata kapal tersebut mengejar. Bahkan selama dua jam pengejaran, para nelayan asal Asahan ini diberondong tembakan. Belakangan diketahui jika pelaku penembakan adalah personel Satpolair Polres Rohil.

Korban Manggor yang berada di samping kanan anjungan kapal terkena tembakan di bagian dada. Agus yang sedang menggulung tali di castel dan Irwansyah yang sedang mengambil karung tempat mengemas kerang juga jadi sasaran peluru. Agus tertembak di kepala bagian kanan sedangkan Irwansyah tertembak di bokong (proyektil masih di dalam).

Mengetahui hal itu Sumpel meminta bantuan melalui radio. Tak lama, kapal milik TNI merapat dan menyarankan Sumpel bersandar di Posmat Panipahan. Selanjutnya para korban dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun nyawa Manggor tak tertolong. Selanjutnya jasad korban dan dua korban kritis serta dua saksi Ikep (23) dan Heri (35) dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tengku Mansyur Tanjungbalai. Agus dan Irwansyah lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Medan.

“Sangat ironis saat mengais rezeki di Negara sendiri justru diperlakukan seperti perompak oleh aparat penegak hukum. Dengan arogansinya aparat penegak hukum Rokan Hilir Kepulauan Riau menembaki para nelayan kerang Tanjungbalai, dikatakan melakukan ilegal fishing. Sementara banyak nelayan asing yang menguras hasil laut Indonesia tak disentuh aparat,” seru massa.

Dari Mapolres Tanjungbalai, massa melanjutkan aksi damai ke rumah dinas Walikota Tanjungbalai. Di situ mereka juga membakar ban bekas. Mereka mendesak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota Tanjungbalai mengusut tragedi penembakan terhadap nelayan kerang asal Tanjungbalai, Kab Asahan tersebut.

Mereka juga mendesak Walikota Tanjungbalai, H Syahrial SH MH membentuk tim investigasi untuk mengusut tindakan penembakan brutal tersebut. (baca: Walikota Tanjungbalai Bentuk Tim Advokasi)

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto membenarkan adanya penembakan yang dilakukan Satpolair Polres Rohil terhadap kapal asal Tanjungbalai, Asahan berisi 11 pelaku karena diduga melakukan pencurian kerang di laut Riau.

Penangkapan itu sendiri berawal laporan masyarakat ke Polair Polres Rohil terkait pencurian kerang di Perairan Pulau Panipahan, Kec Palika dengan Perairan Pulau Halang di Kec Kubu, Rohil, Riau. Tepatnya di titik koordinat N.02°26.772 – E.100°38.191. “Polair dan masyarakat menuju ke lokasi menggunakan kapal. Sampai di sana, dilihat kapal dengan tujuh unit alat yang digunakan untuk menggaruk kerang di laut,” kata Sunarto.

Kedatangan petugas, lanjut Sunarto, diketahui oleh nahkoda kapal, yang kemudian mematikan lampu lalu berusaha melarikan diri. Petugas pun memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun tidak diindahkan oleh terduga pelaku.
“Saat dilakukan penghadangan, kapal terduga pelaku bahkan berusaha menabrak kapal petugas dan membahayakan. Sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas,” jelas Sunarto.

Setelah dilakukan penembakan, para terduga pelaku masih berusaha melarikan diri hingga berhasil diamankan di wilayah Panipahan. (baca: 3 Personel Polair Diperiksa Paminal Propam)

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto menambahkan, pihaknya turut mengamankan delapan nelayan asal Asahan. Mereka adalah Sumpel (41), Izil alias Geleng (34), Nuryadin Saputra (23), Zulkifli alias Ikip (24), Hery, Herman (25), Karlan dan Safrudin (25). Untuk barang bukti yang diamankan berupa 1 unit KM Barokah Sari milik Omsih (50), warga Asahan dan karung kerang dengan berat sekitar 1,4 ton yang diduga dicuri pelaku di laut Riau. (surya/ambon)

Loading...