Oknum Polisi Bantu Preman Aniaya Wartawan Terus Menui Kecaman

74

ASWAR-DELISERDANG I Puluhan wartawan tergabung dalam Forum Jurnalis Deliserdang (FJD), mengecam tindakan oknum aparat kepolisian membantu preman aniaya wartawan.

Kecaman dilakukan dalam bentuk teatrikal dan tabur bunga di Tugu Simpang Tiga Jalan Negara Lubukpakam, Rabu (29/3/2017).

Massa wartawan menilai, aksi kekerasan terhadap wartawan Inews, Adi Palapa Harahap, merupakan tindakan pelanggaran undang-undang.

Sebab, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Aksi penganiayaan dialami Adi disyaki karena pemberitaan terkait gudang ilegal dan penyerobotan lahan. Ia didatangi preman dan oknum polisi di rumahnya.

Insiden inijuga mendapat sorotan berbagai lembaga pers. Termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan jurnalis Televisi (IJTI).

Amatan metro24.co, aksi Solidaritas FJD tersebut diikuti dari berbagai wartawan media online, cetak dan elektronik.

“Ini merupakan bentuk aksi protes spontan karena perlakuan kekerasan terhadap jurnalis oleh sekelompok preman dan aparat penegak hukum,”tegas Ketua FJD, Boby Lusaka Purba.

FJD berharap, penegak hukum mampu menangkap semua pelaku termasuk oknum polisi yang membantu melakukan penganiayaan. Saat ini polisi sudah menangkap 3 pelaku.

“Kita menolak tindakan premanisme dan intimidasi apalagi sampai melukai pekerja media. Penegak hukum harus menangkap semua pelakunya. Jika tidak, kita khawatir akan menyusul kejadian serupa,”pinta Boby.

Loading...