Padahal Sudah Dilarang Ortu, 2 Pelajar Terseret di Aspal

Korban Alesa diobati warga

MEDAN AREA – M24 | Dua orang pelajar terluka setelah kreta Beat hitam kuning BK 3590 AEH yang mereka kendarai bersenggolan dengan kreta lain, Senin (8/10).

Informasi dihimpun, korban bernama Alesa (16) dan adiknya Esar (11). Ceritanya, pagi itu keduanya berangkat dari rumah di Jln Bromo Gg Belibis, Kec Medan Denai menuju sekolah. Alesa Kelas 10 SMA Jln Al Ulum Jln Cemara, Medan. Sedangkan adiknya siswa Kelas 5 SD Muhammadiyah Jln Demak, Medan.

Masih di Jln Bromo, kreta mereka bersenggolan dengan kreta lain yang identitasnya belum diketahui. Akibatnya, Alesa gugup hingga kreta tergelincir ke badan jalan. Ia dan adiknya terseret hingga terluka. Akibat kejadian ini, kening kiri dan kaki kanan Alesa terluka.

Loading...

Warga yang mengethaui langsung menolong korban dan mengobati lukanya. Sedangkan adiknya luka lecet di telapak tangan. Sementara kreta yang menyenggol mereka kabur ke Jln AR Hakim.

Orangtua korban yang dihubungi langsung datang ke lokasi untuk membawa kedua anaknya pulang. Ternyata, korban telah dilarang orangtua untuk sekolah.

“Tadi mamak sudah melarang awak supaya tidak sekolah. Karena awak dilihat mamak kurang sehat. Tapi awak tetap keras mau berangkat ke sekolah. Mungkin kejadian ini pelajaran bagi awak agar lebih hati-hati lagi ke depannya,” pungkas siswi berparas cantik ini. (wandi)

Loading...