Pasca Gajah Tewas di Sei Lepan, BKSDA Sumut Gelar Patroli

39

HAMDANI-LANGKAT|Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama tim konservasi gajah, conservation response unit (CRU) Tangkahan, Kabupaten Langkat, melakukan patroli gajah di sepuran hutan lindung yang ada di kawasan Kabupaten Langkat, Rabu (26/4/17).
Patroli ini dilakukan pasca penemuan seekor bangkai gajah yang diduga mati dibunuh oleh orang yang tak bertanggungjawab di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Dengan menunggangi gajah milik CRU Tangkahan, tim BBKSDA menyusuri pemukiman dan ladang warga yang berada tak jauh dari lokasi hutan lindung, taman nasional gunung leuser (TNGL)

Selain itu, tim BKSDA juga memberikan arahan dan penjelasan kepada warga sekitar untuk segera menghubungi BBKSDA jika menemukan gajah liar yang masuk keperkampungan dan ladang warga.

Pihak BBKSDA meminta agar warga jangan bertindak dengan membunuh atau meracuni gajah liar, sebab gajah merupakan hewan yang dilindungi oleh negara.

“Jadi kita harap warga jangan langsung membunuh gajah liar tersebut, sebaiknya lapor ke BBKSDA, biar pihak BBKSDA yang melakukan evakuasi atau mengusir gajah tersebut,” jelas Sudarmin, Kepala Resot Aresnapal BBKSDA Sumut saat di konfirmasi usai melakukan patroli.

Konflik antara gajah dan warga penduduk, lanjut Sudarmin memang kerap terjadi di Kabupaten Langkat. “Wilayah yang kerap terjadi konflik ini yakni di Kecamatan Besitang, Aras Napal Kanan dan Kiri, Desa Alaban, Sei Lepan, Sawit Seberang, Kecamatan Batang Serangan dan Tangkahan,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, konflik ini terjadi saat kelompok atau segerombolan gajah maupun tunggal masuk ke pemukiman warga dan merusak areal perkebunan warga.

“Terkadang warga nekat meracuni dan membunuh gajah tersebut karena kesal areal perkebunannya dirusak. Jadi kami harap jika memang ada segerombolan gajah atau satu ekor gajah masuk ke areal perkebunan atau pemukiman warga, segera laporkan ke BBKSDA,” pintanya.

Terkait penemuan bangkai gajah beberapa waktu lalu, lanjutnya, BBKSDA Sumut belum menerima hasil otopsi penyebab kematian gajah tersebut. Namun, kuat dugaan gajah tersebut diracuni oleh warga.

“Memang kami belum menerima hasil yang pasti penyebab kematian gajah tersebut, namun kuat dugaan gajah tersebut diracuni,” cetusnya.

Dia juga berharap agar hutan yang biasa disinggahi gajah ditanami jenis pohon yang biasa menjadi makanan gajah seperti pohon pisang dan tebu.

“Biasanya gajah turun ke pemukiman dan areal perkebunan warga karena tidak adanya makanan di dalam hutan, sehingga gajah-gajah tersebut keluar dari hutan untuk mencari makanan,” cetusnya.

Biasanya, lanjut dia, bila ada gajah liar masuk ke pemukiman atau areal perkebunan warga, cara mengusirnya cukup membunyikan petasan atau benda-benda yang dapat mengeluarkan suara.

“Cukup hidupkan petasan atau bunyikan barang-barang yang dapat mengeluarkan suara, pasti gajah tersebut kabur, jadi tidak perlu sampai membunuhnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, seekor gajah betina ditemukan tewas di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya dipinggir aliran sungai.

Kematian yang masih dalam penyelidikan oleh tim dokter hewan BBKSDA Sumatera Utara ini diduga karena adanya orang tidak bertanggung jawab yang meracuni gajah tersebut.

Loading...