Pasca Preman Serbu Lahan Masyarakat, Walikota Binjai Bilang Tidak Tinggal Diam !

143


BINJAI – Pasca bentrokan antara kedua kelompok tani di Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, polisi mengamankan satu orang tersangka yang diduga seorang preman suruhan Samsul Ketua Ormas di Binjai sebagai provokatornya, Senin (7/2/2017) kemarin.

Selain mengamankan seorang tersangka, polisi juga mengamankan 3 unit sepeda motor dan satu parang yang diduga digunakan sebagai alat saat bentrokan terjadi.

Kini seorang tersangka dan 3 unit sepeda motor dan satu unit truk bermuatan pasir tersebut telah diamankan di Polres Binjai sebagai barang bukti.

Demi mengantisipasi bentrokan berlanjut, puluhan personel kepolisian dari Polres Binjai, dibantu
para prajurit TNI dari Kodim 0203/Langkat, masih disiagakan di tempat itu.

Turut hadir melakukan mediasi, Kabag Ops Polres Binjai, Kompol Jenda Kita Sitepu, Kaur Binops Satreskrim, Iptu Abed Nebo Simanungkalit, Camat Binjai Timur, Hardiansyah Putra Pohan, Lurah Mencirim, Arvintona, dan Danramil 17/Binjai Timur, Kapten Inf Ahmad Yani Lubis.

Sebelumnya, puluhan warga dari dua kelompok petani penggarap lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Kebun Sei Semayang, terlibat bentrok di Jalan TPA, Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatam Binjai Timur, Senin (6/2/17) pagi.

Beruntung kejadian itu tidak sampai memicu korban jiwa maupun luka, setelah pihak kepolisian segera tiba melakukan langkah pengamanan. Meskipun demikian, tiga sepedamotor dan sejumlah tanaman yang dibudidayakan di lahan tersebut, menjadi sasaran perusakan kedua kelompok petani penggarap.

Walikota Binjai, H.M. Idaham SH Msi meminta kepada seluruh kelompok tani dan warga agar menahan diri. “Kita sangat memohon agar seluruh kelompok tani dan warga menahan diri dan jangan ada lagi bentrokan, sebab sengketa lahan tersebut hingga kini belum selesai,” jelasnya, Selasa (7/2/2017).

Dikatakannya, untuk saat ini, Pemerintah Kota Binjai juga telah berusaha untuk meminta lahan eks HGU milik PTPN II. “Kita juga bukan tinggal diam, kita masih berusaha untuk membebaskan lahan tersebut, agar lahan tersebut tidak lagi sengketa,” ujarnya.

Masih katanya, jika lahan tersebut telah dibebaskan, Pemko Binjai meminta agar dibagikan keseluruh kelompok tani dengan merata dan tidak ada perbedaan. “Seandainya lahan tersebut bebas, kita akan bagi secara merata kepada seluruh kelompok tani, agar tidak ada lagi bentrokan untuk memprebutkan lahan,” pungkas Walikota sembari mengatakan kalau Pemko Binjai terus berusaha membebaskan lahan tersebut.

Loading...