Pekerja tambang Galian C tewas tertimbun longsor

48

SIDIKALANG-M24 | Lamsihar Pinanyungan (35), warga Desa Sitinjo Induk, Kec Sitinjo, Kab Dairi tewas tertimbun material longsor batu bercampur tanah, Kamis (24/5) sekitar pukul 10:00 WIB.

Informasi didapat, peristiwa tersebut bermula saat Lamsihar Pinayungan bersama temanya Rahidin Naibaho (46) dan Hendra Putra Mandalahi (26), warga Desa Sumbul, Kec Sumbul, Kab Dairi sedang menggali batu di lokasi galian C milik Kudadiri yan terletak di jalan lintas Sidikalang-Medan, Desa Sitinjo.

Tiba-tiba, Hendra sebagai operator beko berteriak. “Awas ada batu berjatuhan dari atas”. Mendengar teriakan itu, Rahidin langsung berlari meninggalkan lokasi galian. Sedangkan korban yang tertahan di lokasi langsung tertimpa dan tertimbun longsoran batu bercampur tanah dari atas bukit lokasi tambang.

Melihat itu, Hendra dan Rahidin berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Namun tidak ada yang berani mendekat karena takut tertimpa longsor. Kejadian itu pun dilaporkan ke Polres Dairi. Untuk mengevakuasi korban, petugas menggunakan alat berat beko. Naas, korban sudah tak bernyawa.

“Mayat korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk dilakukan visum. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan otopsi. Setelah membuat surat pernyataan, jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan,” terang Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK melalui Kasubag Humas, Ipda Hardi Sianipar SH.

Terpisah, kabar kematian korban disambut isak tangis keluarga. Tony Pinayungan mengaku mengetahui adiknya meninggal dari istri korban, Boru Ujung. Menurut Tony, korban merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dan meninggalkan dua orang anak yang masih balita.

“Sebelumnya adik saya ini sopir angkutan umum dan bekerja di tambang galian Tangkahan Batu baru tiga bulan. Korban tinggal dekat lokasi tambang dan istrinya buka kantin,” tuturnya. (fajar)

Loading...