Pelajar Korban Laka Diperlakukan Kasar oleh Oknum Guru

12

SIDIMPUAN-M24 | Sudah jatuh tertimpa tangga. Perumpamaan itulah yang dialami Jesika (13). Pelajar SMP yang menjadi salah satu korban laka maut di Jalan By Pass, Kec Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, beberapa waktu lalu, justru mendapat perlakuan kasar oleh oknum guru saat dirinya masuk sekolah.

Jesika yang merupakan siswi SMPN 6 Kota Padangsidimpuan, mengadukan nasibnya ke Kantor Yayasan Burangir di Kampung Losung, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Kepada pengurus Yayasan Burangir, Jesika mengaku mendapat perlakuan kasar dari LS (guru pelajaran IPS). Dijelaskan Jesika, perlakua kasar LS terjadi saat dirinya masuk ke dalam kelas. Saat itu, LS menyuruh seluruh siswa/i mengumpulkan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan.

Namun Jesika tidak mengerjakan PR yang diberikan. Spontan, LS langsung mendatangi Jesika dan memarahinya. Padahal, menurut Jesika, PR itu diberikan LS saat ia masih dalam penyembuhan pascakecelakaan. Namun, LS tidak menerima alasan Jesika dan langsung mengeluarkan kalimat tak pantas.
“Kenapa tidak mati aja kau sekalian waktu kecelakaan itu,” ketus LS seperti ditirukan Jesika.

Ironisnya, Jesika kemudian disuruh pulang. Jesika pun terpaksa keluar dari ruangan dan hingga saat ini tidak berani masuk ke sekolah. “Saya takut dimarahi lagi,” inbuhnya.
Terpisah, Koordinator Divisi Hukum dan Humas Yayasan Burangir, Juli Zega menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh seorang tenaga pendidik tersebut.

Jesika itu baru saja mendapat musibah, harusnya seorang guru memotivasi korban agar tidak mengalami trauma atas kecelakaan yang dialami. “Apalagi satu rekannya yang mengalami laka tunggal itu ada yang tewas, makanya guru itu harus memotivasi, bukan malah mengintimidasi,” tandas Juli Zega. (zia)

Loading...