Pembongkaran Lapak Eks Aksara Ibu-Ibu Hadang Backhoe

8

PERCUT-M24 | Lapak pedagang yang berdiri di badan Jln AR Hakim, Medan, dibongkar personel Satpol PP Kota Medan, Kamis (13/9). Sejumlah pedagang dari kaum ibu-ibu menghadang alat berat. Kericuhan tak terhindarkan.

Penertiban dilakukan karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas, lapak-lapak itu juga mengganggu estetika. Penertiban tersebut dibantu pula oleh Polrestabes Medan sebanyak 100 personel dan Kodim 0201/BS sebanyak 50 personel. Di samping itu juga dibantu dengan petugas Satpol PP Deli Serdang sebanyak 150 personel, Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 100 personel, jajaran Kecamatan Medan Tembung dan Medan Perjuangan sebanyak 200 personel serta Kecamatan Percut Sei Tuan sebanyak 70 personel.
Guna mendukung kelancaran penertiban, satu alat berat jenis backhoe loader milik Dinas PU diturunkan. Kemudian 2 mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran, 6 truk milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta 2 mobil ambulans dari Dinas Kesehatan.

Namun, pedagang dari kalangan ibu-ibu tidak tinggal diam. Mereka coba melawan. Sambil menangis, mereka coba menghadang petugas dan alat berat. Baku hantam antara petugas dan pedagang tak terelakkan lagi. Salah seorang pedagang wanita bernama Kimiang luka dan pingsan. Kemudian dia dibawa ke RS Pirngadi Medan. “Sempat diseret-seret dia (Kimiang),” kata Ita Lubis, pedagang kain di tempat tersebut.

Menurut Desi, salah seorang pedagang kain. Dirinya berjualan di jalan tersebut sembari menunggu pembangunan kembali Pasar Aksara yang terbakar pada tahun 2016. Dia tidak ingin dipindahkan di seberang dan di belakang Pos Lantas Polsek Percut Sei Tuan.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, kepada M24 membenarkan sempat terjadi keributan ketika proses pembongkaran tersebut. “Namun pembongkaran akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar,” katanya.

#Posko Penjagaan Dibentuk
Sekretaris Satpol PP Rakhmat Adi Syahputra Harahap menuturkan, untuk mencegah para pedagang kaki lima (PK5) kembali berjualan, pihaknya akan membentuk posko penjagaan. Nantinya, posko ini akan diturunkan sebanyak 60 orang per-shift dari Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur.

“Pemberlakukan posko dilakukan sampai PK5 dipastikan tidak berjualan kembali. Untuk besok, Dinas PU akan melanjutkan pembersihan drainase untuk mengangkat lumpur dan sampah sisa para PK5 selama ini,” terangnya.

Setelah pembongkaran, sambungnya tim membersihkan material bekas lapak PK5 yang dibongkar. Material itu selanjutnya dibawa menggunakan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kec Medan Marelan.
“Kawasan ini harus bersih, tidak satupun bekas material lapak milik PK5 yang tersisa. Kita ingin mengembalikan fungsi kawasan ini sebagai ruang milik jalan (rumija),” kata Rakhmat.

Ditegaskan Rakhmat, penertiban yang dilakukan diikuti dengan penyedian tempat bagi PK5 untuk berjualan. Ada sekitar 728 tempat yang telah disedikan untuk menampung para PK5 yang ditertibkan tersebut. Di antaranya di Terminal William Iskandar telah disediakan 120 tempat. Kemudian pasar-pasar tradisional terdekat seperti Pasar Bakti 15 tempat, Pasar Halat 60 tempat, Pasar Sentosa 13 tempat, Pasar Glugur 160 tempat, Pasar Sambu 200 tempat, Pendidikan 30 tempat dan samping Tol Denai 250 tempat.

“Sebelumnya kita telah mensosialisasikannya kepada para PK5 agar mereka tidak lagi berjualan di tempat tersebut. Di samping itu lagi semua PK5 masuk secara gratis. Namun tawaran yang kita ajukan tidak direspon, para PK5 tetap berjualan sehingga kita lakukan penertiban hari ini,” ungkapnya.

Pasca dilakukan pembersihan, kawasan itu kini terlihat bersih, rapi dan tertata. Kemudian efek dari penertiban yang dilakukan, arus lalu lintas kini lancar. (irwan/adlan)

Loading...