Penertiban Ricuh, Pedagang Sukaramai Pingsan Terinjak Petugas Satpol PP

8

MEDAN AREA-M24 | Pemko Medan sejak beberapa hari terakhir menertibkan para pedagang Pasar Sukaramai, Ke Medan Area, yang membuka lapaknya hingga memakan badan jalan. Selain menimbulkan kemacetan, menumpuknya para pedagang di sepanjang jalan sekitar lokasi membuat sumpek dan kotor.

Rabu (5/9) pagi sekitar pukul 10:00 WIB, penertiban kembali dilakukan petugas Satpol PP Medan karena ada beberapa pedagang yang membua lapak di pelataran parkir Pasar Sukaramai. Saat penertiban berlangsung terjadi keributan antara petugas dengan sejumlah pedagang. Reni boru Lubis (43), seorang pedagang tahu pingsan. Perempuan warga Jln Menteng II, Kel Binjai, Medan Denai itupun harus dilarikan ke RSU Madani Jln AR Hakim dan diopname.
“Pedagang dan petugas Satpol PP saling dorong-dorongan. Saat itulah korban jatuh ke badan jalan hingga kepalanya terbentur ke tembok pagar,” bilang pedagang telur puyuh, Rosa boru Simanjuntak (42).

Akibat kejadian itu, tubuh Reni terinjak dan langsung piingsan. Begitu Reni terkapar, aksi saling dorong pun seketika terhenti. Reni yang bertubuh gempal mengalami bengkak dan memar di bagian kepala.

Saat disambangi metro24 di Ruang IGD, Reni enggan bicara karena kondisinya sangat lemah. Ketua Pedagang Pasar Sukaramai, Kamaluddin Tanjung kesal. Dia mengatakan, Dirut PD Pasar seharusnya tidak melakukan penertban terhadap para pedagang.
“Apa salahnya pedagang berjualan di pelataran parkir. Mereka ini kan resmi. Setiap bulan, pedagang membayar kios yang mereka kredit sama PD Pasar. Jadi untuk menutup utang di bank, pedagang terpaksa berjualan di pelataran parkir,” ujar Kamaluddin.

Apalagi, kata Kamaluddin, jika pedagang disuruh masuk berjualan di basement, otomatis dagangan mereka tidak laku. Pedagang Pasar Akik saja masih bisa berjualan diluar dan tidak dilakukan penertban oleh Satpol PP. Jadi diminta PD Pasar tidak pilih kasih,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Kamaluddin akan membawa pedadang mengadu ke Komisi A DPRD Medan guna menyeleseaikan permasalahan. “Sudah empat tahun pedagang menderita akibat utangnya menumpuk di bank,” imbuh Kamaluddin.

Terkait masalah ini, Kepala Cabang I PD Pasar Kota Medan, Rizal Lubis menyebut, sebelum penertiban pihaknya sudah mengimbau kepada Ketua Pedagang Pasar Sukaramai, Kamaluddin Tanjung agar pedagang masuk berjualan di basement.
“Ini sesuai peraturan. Namun pedagang tidak mau. Begitu petugas Satpol PP melakukan penertiban, pedagang melawan. Maka terjadi aksi dorong-dorongan, sehingga seorang pedagang pingsan,” sebut Rizal.

Atas kejadian ini, menurut Rizal, tanggungjawab PD Pasar. Ke depannya terserah bagaimana sikap atau keputusan dari pimpinan. Namun yang jelas, insiden itu sama sekali tidak diinginkan. “Tidak ada maksud PD Pasar untuk mencederai pedagang, apalagi mereka sudah diimbau sebelumnya,” tandas Rizal. (wandi)

Loading...