Pengunjung New Zone Tewas Tak Wajar

100

Dua jam berada di New Zone, Dinar Dela Boru Silalahi menggigil. Sebelum tewas, mulutnya berbuih dan kuku-kuku menghitam. Ini bukan kematian pertama akibat peredaran narkoba di diskotek Jln Wajir, Medan tersebut.

MEDAN-M24 | Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Dinar Dela boru Silalahi (30) tak tertolong. Warga Desa Bahal Batu, Kec Siborong-borong, Kab Tapanuli Utara (Taput) ini meninggal dunia dengan kondisi tak wajar.

“Korban diduga memang meninggal secara tidak wajar,” kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani melalui Kanit Reskrim, Iptu Suhardiman kepada awak media, Jumat (31/8) siang.

Ketidakwajaran kematian korban diduga berhubungan dengan kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Dimana buih keluar dari mulut dan beberapa kuku jari tangannya mengitam.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, lanjut Suhardiman, sebelum meninggal dunia, Dinar Dela diketahui mendatangi tempat hiburan malam, Diskotek New Zone (NZ) yang terletak di Jln KL Sugiono/Jln Wajir, Kel AUR, Kec Medan Maimun bersama saudara iparnya, Richie Frans Boy Nababan (27), warga Jalan Sanif, Kec Siborong-borong, Taput. Keduanya tiba Kamis (30/8), pukul 00:15 WIB.

Di dalam diskotek, keduanya memesan minuman sembari menikmati hentakan musik yang diputar disc jockey (DJ). Sekitar pukul 03:00 WIB, Dinar Dela mengeluhkan sakit pada jantungnya. Ia juga merasa tubuhnya kedinginan.

Mengetahui itu, Richie langsung melarikan Dinar Dela ke Rumah Sakit Advent Jln Gatot Subroto KM.4, Kel Sei Sikambing D, Kec Medan Petisah, Kota Medan. Korban pun sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapat perawatan intensif.

“Tapi nyawa korban tak tertolong. Hasil pemeriksaan dokter jaga, bahwa korban sudah meninggal dunia,” tutur Suhardiman.

Masih Suhardiman, setelah dinyatakan meninggal dunia, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan otopsi. Pihaknya juga langsung melakukan penyidikan mengenai penyebab pasti kematian korban yang tak wajar.

“Sejauh ini kita masih lidik terkait penyebab kematian korban,” pungkas Suhardiman.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, awak media pun meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Desas-desus yang beredar, korban tewas diduga akibat overdosis.

Korban sendiri dilarikan ke rumah sakit atas saran seorang petugas keamanan (security) diskotek yang mengetahui jika korban mengonsumsi pil ekstasi merk Rolex. Pil berwarna biru itu dipesan korban bersama minuman bir.

Pil Rolex itu sendiri diketahui memiliki reaksi yang berbeda.
“Kalau tak terbiasa makan merk Rolex, bisa bahaya. Sesak nafas dibuatnya, bahkan bisa mati kalau kebanyakan makannya,” ucap salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

2017 Lalu Pengunjung Juga Tewas

Dari bank data metro24, peristiwa pengunjung tewas dengan kondisi tak wajar di Diskotek New Zone bukan baru kali ini.

Tepatnya Selasa, 17 Oktober 2017, sekitar pukul 03:00 WIB, Fitri (30), warga Jln Pasar XII, Kel Marendal, Kec Patumbak, Kab Deliserdang juga tewas di diskotek tersebut.

Ceritanya, Fitri dan teman-temannya masuk ke Diskotek New Zone, Senin, 16 Okteber 2017 malam. Beberapa jam di dalam, korban ditemukan teman-temannya dalam keadaan tak sadar di dalam kamar mandi yang terletak di lantai 2 bangunan diskotek.

Seperti korban, Dinar, dari mulut Fitri juga mengeluarkan buih. Upaya teman-temannya memberi pertolongan tak berguna. Fitri menghembuskan nafas terakhirnya. Dari tanda-tanda tak wajar yang ditemukan, korban Fitri diduga tewas akibat mengalami overdosis (OD) pil ekstasi.

Dari dua peristiwa tersebut, sangat sulit menafikan adanya peredaran narkoba di Diskotek New Zone. Apalagi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut bersama Satnarkoba Polrestabes Medan pernah mengamankan 24 pengunjungnya, Minggu (11/3/2018) dinihari.

Dari tes urine yang dilakukan, para pengunjung yang diamankan positif menggunakan narkoba. “Yang diamankan ada sekitar 24 orang pengunjung dari NZ, Bang. Diamankan karena positif narkoba,” jelas salah seorang sumber yang meminta namanya tak dipublis.

Dispar Siapkan SPT untuk New Zone
Rangkaian peristiwa tersebut membuat Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan gerah. Surat Perintah Tugas (SPT) untuk melakukan investigasi ke Diskotek New Zone pun dikeluarkan.

“SPT khusus ini melibatkan pejabat berwenang untuk diterjunkan langsung melakukan penyelidikan dan investigasi. Sehingga kita mengetahui kebenaran informasi penyalahgunaan narkotika hingga ke level manajemen,” ucap Kadispar Kota Medan, Agus Suriono. (ahmad/adlan/ardi)

Loading...