Pengusaha Dibunuh, Istri & Anak Hilang

Pasutri dan anak yang hilang misterius

Desy Rahmawati memastikan mayat yang ditemukan membusuk penuh luka, Kamis (11/10) pagi, adalah ayahnya, Muhajir. Pengusaha itu sebelumnya dilaporkan hilang bersama istri dan anak bungsunya.

TANJUNGMORAWA-M24 | Kehebohan terjadi di aliran Sungai Belumai, Dusun Tingkusan, Desa Tadukan Raga, Kec STM Hilir, Kab Deliserdang, Kamis (11/10). Seorang wanita didampingi sejumlah petugas kepolisian menjerit-jerit histeris.

Wanita bernama Desy Rahmawati (23), warga Dusun III Gang Gambutan, Desa Bangun Sari, Kec Tanjungmorawa, Kab Deliserdang ini memastikan mayat yang ditemukan di aliran sungai tersebut adalah ayahnya, Muhajir (49). Sebelumnya, pengusaha konveksi itu telah dua hari menghilang bersama istrinya, Suniati (50) dan anak bungsunya, M Solihin (12).
Hilangnya Muhajir berikut istri dan anak bungsunya diketahui Rabu (10/10). Ketika itu, Desy yang sudah berkeluarga mendatangi rumah orangtuanya di Gg Rambutan, Dusun III, Desa Bangun Sari, Kec Tanjungmorawa, Kab Deliserdang.

Loading...

Begitu tiba, Desy merasa janggal. Pasalnya, dia tak melihat satu orang pun di rumah orang tuanya.Kecurigaan kian kuat saat dia berinisiatif masuk. Pintu rumah ternyata tak terkunci. Bahkan, kunci rumah masih melekat di pintu depan. Jantungnya berdegup kencang. Ada sesuatu yang tak beres, pikirnya.

Segera Desy memeriksa kamar orangtuanya. Namun tak ada barang yang hilang. Dompet, SIM, KTP dan kreta milik sang ayah yang juga berstatus manajer di pabrik kacamata itu masih utuh.Desy coba menghubungi nomor telepon seluler (HP) orangtuanya. Lagi-lagi perasaannya bertambah tak enak. Sebab, HP orangtuanya berada di bawah bantal di kamar tidur.

Wanita beranak satu ini lalu keluar menemui tetangga untuk menanyakan keberadaan orangtuanya. Namun, seperti halnya Desy, para tetangga juga tengah dilanda kebingungan setelah tak melihat Muhajir, istri serta anak lelakinya yang mendiami rumah itu.
Dibantu tetangga, Desy akhirnya melakukan pencarian. Namun, mereka tak menemukan jejak sama sekali, baik atas sang ayah, ibu maupun adik bunggsunya. Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan Desy ke Polsek Tanjungmorawa.

“Benar, seseorang telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Anggota sudah ke rumah melakukan olah TKP dan segera melakukan penyelidikan. Kita masih penyelidikan untuk mencari keberadaan pasutri dan anak bungsunya. Kita belum bisa pastikan apa motif di balik kejadian ini,” ucap Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Budi Saputro melalui Kanitreskrim, Iptu OJ Samosir, Rabu (10/10).

Keesokan harinya, Kamis (11/10), warga sekitar aliran Sungai Belumai di Dusun Tingkusan, Desa Tadukan Raga, Kec STM Hilir, Kab Deliserdang, menemukan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi sudah membusuk. Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Faisal, warga sekitar yang seorang pembuat batu-bata. Ketika itu, sekira pukul 08.30 WIB, Faisal hendak pergi bekerja.

Temuan itu diberitahukannya ke Polsek Talunkenas, yang langsung mengutus petugas ke lokasi. Petugas lalu mengevakuasi mayat laki-laki dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 cm, perawakan sedang, wajah bulat, hidung pesek, kulit putih dan megenakan celana dalam hitam dan kaos itu ke darat.

Kapolsek Talunkenas, AKP Hotman Samosir SPd menyebut, hasil pemeriksaan luar menunjukkan mayat tersebut korban penganiayaan. Sebab, tangan dan kakinya terikat tali nilon.
“Ditemukan juga sejumlah bekas luka di bagian wajah dan kepala. Diperkirakan telah mengapung di sungai sekitar dua atau tiga hari lamanya,” tutur Hotmas Samosir kepada metro24.

Pihaknya pun berkoordinasi dengan Polres Deliserdang terkait temuan tersebut. Nah, petugas di Polres Deliserdang lalu menghubungi Desy Rahmawati yang sebelumnya telah membuat laporan kehilangan anggota keluarga.

Didampingi petugas Polsek Tanjungmorawa dan Inafis Satreskrim Polres Deliserdang, Desy akhirnya tiba di lokasi untuk mengidentifikasi mayat laki-laki yang baru ditemukan tersebut. Benar saja, setelah beberapa saat mengamati jasad, Desy pun menangis sejadi-jadinya.

Ia mengatakan jika mayat tersebut adalah ayahnya. Hal itu diketahui setelah mengenali ciri-ciri spesifik ayahnya itu. Salah satunya, di kedua kaki ada luka bekas gerenda. Selain itu, kaos bertuliskan Dess Collection yang melekat di badan mayat merupakan merk usaha konveksi keluarga mereka. Begitupun, Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Budi Saputro mengatakan tes DNA perlu dilakukan untuk memberi kepastian.

Kasatreskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Samara juga menduga mayat yang diakui Desy sebagai ayahnya itu merupakan korban pembunuhan. “Untuk sementara diduga itu korban pembunuhan. Namun, untuk pastinya kita masih perlu melakukan penyelidikan. Kita juga sedang mendalami keterangan Desy Rahmawati yang mengenali jasad itu sebagai orangtuanya,” beber Bayu Samara.

Sementara itu, hingga tadi malam, Suniati dan M Solihin belum ditemukan. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan istri dan anak Muhajir tersebut. (yanfebri/jasa)

Loading...