Pohon Tumbang Rumah Ambruk, Goh Anie Tewas dan 9 Lainnya Terluka

290

Goh Anie dan sembilan anggota keluarganya dikejutkan suara gemuruh. Tiba-tiba bangunan rumah ambruk. Goh Anie tewas di tempat.

Simalungun-M24 | Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Demikianlah halnya Chong Pin alias Apeng (63). Ia hanya dapat merelakan kepergian istrinya, Goh Anie (59) untuk selamanya.

Informasi dihimpun metro24, malang menyambangi kediaman Apeng di Jln Budaya, Huta II Nagori Karangsari, Kec Gunung Maligas, Kab Simalungun, Sabtu (8/9) sekitar pukul 15:00 WIB.

Saat itu di sekitar kediamannya turun hujan deras disertai angin kencang. Apeng, Goh Anie dan delapan anggota keluarga mereka berkumpul di rumah yang terbuat dari papan serta beratap seng itu.

Tiga jam dilanda hujan dan angin kencang, tiba-tiba terdengar suara berderak. Satu pohon mahoni berusia puluhan tahun yang berada tak jauh dari rumah Apeng tumbang. Naas, pohon berukuran lebih dari sepelukan orang dewasa itu menimpa rumah Apeng.

Tak pelak, rumah itu pun ambruk. Seluruh penghuni rumah tak dapat berbuat banyak. Goh Anie pun tewas tertimpa reruntuhan rumahnya, sementara sembilan anggota keluarganya terluka.

Chong Pin alias Apeng, sebagaimana keterangan Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba, menjadi salah satu dari sembilan korban luka. Selain sang kepala rumah tangga, korban yang mengalami luka cukup serius adalah Tang Kui Hun (77). Kakak kandung Goh Anie ini pun harus dilarikan ke Rumah Sakit Horas Insani di Kota Siantar.

Sementara itu, tujuh korban lain seluruhnya merupakan cucu Apeng. Mereka adalah Jane (12), Jill (10), Justine (9), Joice (6), Jave (4), Yurika (4) dan Owen (2).

“Korban yang anak-anak itu merupakan cucu mereka (korban). Mereka ini pekerjaannya berkebun,” ucap Kapolsek Bangun, AKP Putra Jadi Purba.

Diketahui, pasangan Apeng-Goh Anie mengumpulkan anak keturunan mereka di satu kompleks yang berdekatan dengan ladang sayur. Ladang sayur itu sendiri merupakan warisan turun-temurun yang dikelola menjadi sumber penghasilan.

Setelah berkeluarga, anak-anak Apeng dibuatkan rumah yang saling berdekatan. Namun, seluruh cucu ditampung di rumah induk, diurus langsung oleh Apeng dan istrinya.

Setelah peristiwa itu, lanjut Putra, pihak keluarga langsung memboyong jenazah Goh Anie ke Medan untuk dikebumikan. “Mengenai korban tewas, diduga korban meninggal karena terkena reruntuhan bangunan. Atas permintaan keluarga langsung diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulans Horas Insani,” pungkas Putra Jadi. (john)

Loading...