Polres Tj.Balai Ringkus Jukir Liar di Jalanan

65

AMBON-TANJUNGBALAI|Sebagai tugas Samapta Bhayangkara (Shabara) dalam melaksanakan fungsi kepolisian, tugas preventif terhadap pelanggaran hukum dan gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya, sehingga mengamankan seorang juru parkir (Jukir) liar yang sering mangkal dijalan Diponegoro, Kel. Indra Sakti, Kec. TB-Selatan.

“Benar bang, kita amankan seorang Jukir liar tanpa pengenal dan izin instansi terkait, yang diketahui bernama Arifin Tambunan, umur 67 tahun, pekerjaan Mocok mocok, beralamat jalan DI Panjaitan, Link. I, Kel Muara Sentosa, Kec. Sei Tualang Raso dan menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp13.000.- “, Terang Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Yayang Rizki Pratama SIK didampingi Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga dan KBO Shabara Ipda Edward Simanjuntak, Rabu (26/4) diruang kerjanya.

Dikatakannya, dengan berbekal laporan masyarakat maka, sebagai sasaran pokok dari Shabara yaitu memberikan perlindungan , pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.

Selanjutnya, melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas, melaksanakan penegakkan hukum terbatas (Gakkumtas), pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas operasional kepolisian dan melaksanakan Search and Rescue (SAR) terbatas, maka diamankan jukir liar ini.

“Jukir itu diamakan personil diarea kawasan rumah makan dan pertokoaan atau lebioh dikenal pasar pagi, setelah seseorang mengeluarkan mobil dan Jukir liar tersebut mencoba mengatur memberikan aba aba selanjutnya meminta sejumlah uang,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Saat personil kepolisian meminta tanda pengenal atau identitas serta surat surat tugas dari instansi terkait, Arifin Tambunan tak dapat menunjukkannya, sehingga kita menganggap ia (jukir liar-red) preman dengan meminta sejumlah uang dan terpaksa membawanya ke Markas Komando untuk diberikan bimbingan, membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya, selanjutnya melepaskannya untuk kembali berkumpul dikelaurganya.

“Masyarakat jangan coba-coba sekecil apapun melakukan pelanggaran hukum, kita akan basmi, ini sudah termasuk Penyakit Masyarakat (pekat),” pungkasnya menutup.

Loading...