Pria Arogan Ini Ngaku Anggota LPSK dan Halangi Wartawan Meliput di PN Medan

131

Rampas HP dan Handycame Wartawan dengan Gaya Sok Preman !

RIVAN-MEDAN | Sidang kasus prostitusi yang digelar diruang Kartika Pengadilan Negri Medan sempat ricuh, pasalnya sejumlah wartawan yang hendak meliput dihalangi oleh anggota yang mengaku dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dari pantauan M24.co di ruang kartika, awalnya Miduk wartawan media salah satu TV Nasional di medan, dan Rivan Wartawan M24.co ingin mengambil foto dan video jalanannya persidangan, namun hal tersebut mendapat respon negatif dari Gunawan.

“Awalnya dia (Gunawan) mengaku Mabes Polri, minta video sidang dihapus dengan nada membantak serta merampas Handcam ku, dengan arogannya, dia menghapus video liputan sidang tadi. setelah kutelusuri ternyata dia anggota LPSK,” ungkap Miduk.

Rivan salah satu wartawan m24.co mengaku handponenya dirampas dan menghapus foto persidangan.

“Handphone ku di rampas, dia ngaku dari LPSK, lalu foto sidang prostitusi tersebut di hapusnya, setelah itu handphone ku dikembalikan,” ungkap Rivan

Tak terima dengan perbuatan dari Anggota LPSK tersebut, sejumlah wartawan yang mendapat kabar adanya perampasan HP milik wartawan, ramai-ramai mendatangi ruang sidang menyampaikan protesnya kepada Gunawan anggota LPSK.

“Ini sidang terbuka, kami berhak liputan di sini, kenapa kalian melarang tugas Jurnalistik kami, kalian punya Undang-Undang kami juga punya,” teriak Amsal salah satu wartawan yang melayangkan protes.

Mendengar protes tersebut, Gunawan malah mendebat para wartawan dan suasana pun makin memanas, “Kami perintah dari atasan untuk mengawal sidang, untuk menjaga kerahasiaan saksi dan korban, kami berhak melarang anda sekalian foto saksi dan korban,” tantang Gunawan.

Hal tersebut dibantah wartawan, yang mengatakan bahwa sidang tersebut tidak tertutup, dan berhak diliput, “Ini sidang terbuka, dari mana bisa kami dilarang meliput,” ungkap para wartawan

Mendengar keadaan sempat memanas di ruang Kartika, majelis Hakim yang diketuai Djamal SH mempercepat agenda sidang, dan langsung meninggalkan ruangan tanpa memberikan konfirmasi.

Loading...