Pria Diduga Warga Amplas Tewas di Kutalimbaru

Korban saat dievakuasi

KUTALIMBARU-M24 | Personil Polsek Kutalimbaru mengevakuasi sesosok mayat dari Sungai Belawan Dusun I Desa Kuta Limbaru, Kec Kutalimbaru, Kab Deliserdang, Senin (8/10). Belakangan mayat tersebut diketahui bernama Mislan warga Kec Medan Amplas.

Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu mengatakan mayat itu pertama kali ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas di jembatan atas sungai tersebut. “Dari atas mobil para saksi melihat ada manusia dengan posisi telungkup di sungai, karena ingin tahulalu mereka turun dan ternyata sudah meninggal,”sebutnya.

Kemudian warga melapor ke Polsek Kutalimbaru. Polisi lantas langsung menuju lokasi kemudian disusul oleh tim Inafis Polrestabes Medan. “Ciri-ciri korban mempunyai rambut ikal, tinggi 1,65 Cm warna kulit sawo matang, mata sebelah kiri buta, bagian kening kanan luka berdarah, memakai kaos warna biru, celana jeans warna putih merk D& G, dari dalam kantong celana kanan depan ditemukan uang kemudian ada minyak wangi dalam botol dan dibagian kantong belakang ditemukan copy KTP atas nama Mislan,” rinci Kapolsek.

Loading...

Saat ini lanjut Martualesi, mayat tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Berdasarkan penyidikan sementara, korban diduga terjatuh ke sungai dan hanyut selain itu ditemukan di bagian kening kepala luka berdarah diduga terbentur batu di sungai,pada waktu hanyut.

Kapolsek juga mengaku sudah mendatangi alamat sesuai dengan yang tertera di KTP yang ditemukan.

Hingga, Selasa (9/10) mayat pria yang beralamat di Jln Persamaan Gg Aman Kel Sitirejo II, Kec Medan Amplas masih terbujur kaku di RS Bayangkara, Medan. Belum ada satu pun pihak keluarga yang mengaku atau datang.

“Keluarga korban belum ada yang datang ke kita. Korban masih berada di RS Bayangkara, Medan. Kepada siapa yang merasa ada pihak keluarga nya yang hilang dapat melihat langsung ke RS Bayangkara atau datang langsung ke Mapolsek Kutalimbaru. Kita juga berharap agar secepat nya pihak keluarga nya ada agar korban bisa dikebumikan secara wajar oleh keluarganya,” ujar Martualesi. (edi)

Loading...