Pulang jalan-jalan 2 pelajar tewas di tempat

19

PANTAI CERMIN-M24 |Dua pelajar tewas setelah terlibat kecelakaan lalulintas di jalan umum Desa Naga Kisar menuju Desa Naga Lawan Pantai Cermin, Sergai tepatnya di Dusun VII, Desa Naga Kisar. Mereka adalah M Bayu Anggara alias Bayu (13) dan Aldi Setiawan alias Aldi (14), keduanya warga Dusun VI, Desa Naga Kisar, Kec Pantai Cermin, Sergai.

Informasi dihimpun, Bayu boncengan dengan Sultani Anggara alias Sultan (15) mengendarai kreta Honda Supra Fit tanpa nomor polisi datang dari Desa Naga Lawan menuju Desa Naga Kisar. Setiba di lokasi, Bayu mutar untuk balik arah. Naas, dari arah yang sama, melaju kreta Yamaha Vega R tanpa nomor polisi dikendarai Ahmad Fikri Prayogi alias Fikri (14) yang juga tetangga Aldi.

Bayu yang diduga tidak melihat adanya kreta di belakangnya langsung mutar arah. Braak! Kedua kendaraan saling hantam di bagian tengah membuat keempat pelajar ini terkapar di aspal jalan. Bayu yang mengalami luka memar dan lebam pada kepala, hidung, mulut mengeluarkan darah segar tewas di Klinik Az Zahra, Desa Sei Buluh. Begitu juga Aldi yang mengalami luka memar dan lebam pada kepala dan dada bahkan mata kiri pecah, paha kaki kanan lecet tewas di Klinik Desa Naga Kisar. Sedangkan Sultan dan Fikri hanya luka ringan.

”Kami awalnya sama ingin menuju Naga Kisar dan kembali pulang ternyata Aldi tidak melihat dan menabrak kami,” ucap Sultan. Peristiwa ini menambah daftar pelajar tewas lakalantas. Dua hari terakhir tercatat empat pelajar tewas dan satu masih kritis. Mereka adalah M Arif (16), warga Dusun I, Desa Sei Sejenggi, Kec Perbaungan, Sergai. Remaja yang baru lulus SMP ini tewas setelah kreta Honda Vario BK 2705 XAZ yang dikendarainya menghantam mobil Avanza di KM 43-44 dengan kondisi kepala remuk, Sabtu (26/5) sekitar pukul 11:15 WIB.

Bayu Alfauzan alias Bayu (16) tewas setelah kreta Honda Supra Fit tanpa nopol yang dikendarai bersama adiknya Tri Arianda alias Ari (12) laga kambing dengan kreta Honda Supra X 124 BK 2086 LZ yang ditunggangi Jima Andita Purba alias Jima (24) di Jln Dolok Masihul, Galang tepatnya di Dusun I, Desa Dolok Manampang, Kec Dolok Masihul, Sergai, Jumat (25/5) sekitar pukul 18:30 WIB. Sang adik hingga saat ini masih kritis.

Menyikapi hal ini, Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Slamet Manalu meminta kepada orangtua tetap melakukan pengawasan terhadap anaknya yang masih pelajar dalam mengendarai sepedamotor (kreta). “Kita sering melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah untuk tertib lalulintas. Namun peran orangtua juga sangat penting,” imbau Slamet Manalu. (darmawan)

Loading...