Ratusan Emak-Emak Ngamuk, 2 Lapo Tuak Dibakar

PALUTA-M24 | Ratusan emak-emak (kaum ibu) di Nagasaribu, Kec Padang Bolak Tenggara, Kab Padanglawas Utara (Paluta) mengamuk dan membakar dua lapo (warung) tuak.

Insiden pembakaran yang terjadi Sabtu (18/8) malam itu mengakibatkan dua bangunan semi permanen yang dijadikan lapo tuak hangus terbakar, bahkan rata dengan tanah. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.M boru Siregar, warga setempat mengatakan, keberadaan kedua lapo tuak tersebut sudah cukup meresahkan warga terutama kaum ibu. Sebab, selain menjual minuman keras, lapo tuak tersebut disinyalir menjadi ajang maksiat dan prostitusi.

“Sudah cukup lama lapo tuak itu beroperasi, bahkan sudah pernah diperingatkan warga. Keberadaan lapo tuak itu merusak moral anak-anak dan menimbulkan keresahan, malah mengakibatkan perpecahan rumah tangga,” ketus wanita yang akrab disapa Boru Regar itu.

Loading...

Berangkat dari keresahan itulah, kata Boru Regar, kaum ibu yang umumnya anggota Wirid Yasin di wilayah Nagasaribu dan desa sekitarnya sepakat untuk mengambil tindaka tegas. Kedua lapo tuak di Desa Nagasaribu dan Bangun Purba, dibakar.

Kapolsek Padang Bolak, AKP H Kasmir Sitanggang, melalui Kanit Reskrim Ipda Doli Silaban membenarkan adanya aksi pembakaran dua lapo tuak oleh massa dari kalangan ibu-ibu di wilayah Nagasaribu.

Kronologis kejadian, ungkap Doli Silaban, bermula Sabtu (18/8) sekira pukul 19:30 WIB, dimana sekita 200 orang warga yang didominasi kaum ibu berkumpul di Desa Nagasaribu. Selanjutnya mereka bergerak dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi lapo tuak.

Sampai di lokasi, massa langsung membakar lapo tuak yang memang dianggap telah menimbulkan keresahan masyarakat itu. Kemudian sekitar pukul 22:00, massa bergerak menuju lapo tuak di Desa Bangun Purba dan melakukan tindakan serupa.

“Ada dua lapo tuak di tempat berbeda dibakar massa dari kalangan kaum ibu Desa Nagasaribu. Tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materi saja,” ungkap Ipda Doli sembari menyebut jika pihaknya juga sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Terpisah, Kepala Satpol PP Paluta, Yusuf MD Hasibuan mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya juga sudah memberikan peringatan terhadap pemilik lapo tuak agar menutup usahanya karena banyak pengaduan dari masyarakat sekitar. Namun pemiliknya tidak mengindahkan sehingga mengakibatkan kemarahan masyarakat yang akhirnya melakukan aksi pembakaran. (kevin)

Loading...