Sadis ! Adik Bantai Abang Hingga Tewas

240
Pelaku saat diamankan polisi (m24/adi barus)

ADI-SIANTAR | Sakit hati karena istrinya Mina boru Sirait (55) saban hari dikatain lonte, Saudin Damanik (63) kehilangan nyawa setelah kepalanya dibalok pakai kayu kopi sama adik kandungnya sendiri, Pendiaman Damanik (48) tinggal dikampung Marjandi, Nagori Silau Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun, kemarin malam (25/4/2017).

Setelah menghabisi nyawa Saudin dengan kondisi kepala pecah dan berlumuran darah, Pendiaman pulang kerumah, lalu meminta kepada istrinya Mina boru Sirait (58) supaya melaporkan kejadian berdarah itu kepada gamot setempat dan diteruskan melapor ke Polsek Raya.

Alhasil petugas yang turun ke TKP segera saja menangkap Pendiaman dari dalam rumahnya.Sementara mayat Saudin langsung diboyong ke kamar instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan otopsi dan tiba di Siantar.

Awalnya Selasa (25/4/2017) sekira pukul 21.30 WIB, Pendiaman sedang lagi dirumah bersama istrinya Mina boru Sirait.Tak berapa lama Mina boru Sirait keluar dan berjalan ke samping rumah dengan maksud buang air kecil.

Ketika itu Saudin baru pulang dari kedai tuak dan berjalan ke arah halaman rumahnya yang hanya berjarak 3 meter dengan rumah model panggung milik adiknya Pendiaman.Tiba-tiba saja Saudin malah mengatai Mina boru Sirait yang tengah buang air kecil sebagai lonte.”Tuechh lonte.”kata Saudin lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Saat istrinya Mina boru Sirait dikatain lonte, Pendiaman yang tengah di dalam rumah sempat keluar begitu mendengar suara ribut asal perkataan abangnya Saudin.Tapi Pendiaman tak mau ribut, lalu menyuruh istrinya Mina boru Sirait masuk ke dalam rumah.”Sudahlah ma.Masuk saja ke dalam rumah.”ucap Pendiaman.

Ketika Pendiaman berjalan masuk ke dalam rumah, Saudin keluar dari pintu belakang rumahnya sambil menenteng parang lalu membacok dinding dapur rumah Pendiaman.

Yakin kalau Saudin yang menenteng parang hendak berniat menghabisi nyawa Pendiaman dan istrinya, Pendiaman mengambil sebatang kayu kopi ukuran 2 meter dari belakang rumahnya, lalu berjalan mendekati Saudin yang masih berdiri dibelakang rumahnya.

Melihat Saudin mulai menghunuskan parangnya, Pendiaman dengan gerak cepat langsung memukul leher Saudin dengan alat kayu kopi yang dipegangnya, lalu Pendiaman balik lagi memukul bagian kepala Saudin sebanyak 2 kali sampai tersungkur ke atas tanah.

Dengan sisa tenaga Saudin coba bangkit.Tapi Pendiaman yang sudah terlanjur emosi kembali memukul Saudin sebanyak 3 kali dengan sekuat tenaga hingga mengakibatkan Saudin tewas bersimbah darah.

Selanjutnya Pendiaman dengan masih menenteng kayu kopi, beranjak pulang kerumahnya.”Ma kasih tahu sama Gamot.Sudah kumatikan si Saudin.”Tukas Pendiaman kepada istrinya Mina boru Sirait lalu beranjak pergi menemui Chandra Saragih yang menjabat Gamot dikampung tersebut.

Begitu tahu Pendiaman telah menghabisi nyawa abang Saudin yang masih tergeletak dibelakang rumahnya, Chandra segera saja menelepon Polsek Raya untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Kapolsek Raya AKP Liston Siregar bersama anggotanya turun ke TKP, kemudian mengamankan Pendiaman dari dalam rumahnya.Sementara mayat Saudin langsung diboyong ke kamar instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan otopsi.Mengingat medan jalan sulit di tempuh dengan roda empat,akhir mayat Saudin tiba pukul 07.00WIB di rumah sakit.

Junior Damanik (37) saat ditanyai dikamar instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih menerangkan, ayahnya Saudin memang selama ini selalu saja ribut dengan Pendiaman yang tak lain adik kandung dari ayahnya sendiri.

Bahkan ia sendiri sudah memaklumi perangai ayahnya sendiri yang selalu bersikap kasar terhadap Pendiaman.”Kalau dibilang sedih ya pasti sedih.Tapi saya memang sudah memaklumi perangai bapak terus-terusan sikap kasar sama adiknya Pendiaman,”jelasnya.

Begitu pun Junior menyerahkan sepenuhnya kasus yang menewaskan ayahnya Saudin supaya diproses sesuai hukum yang berlaku, dan meminta pelaku Pendiaman supaya diberikan hukuman yang seberat-beratnya.

Kanit Reskrim Polsek Raya Aiptu E.Silalahi menambahkan, selama ini korban Saudin dan adiknya Pendiaman memang selalu bertengkar mulut.Bahkan Gamot sendiri sudah bolak-balik turun tangan menyelesaikan permasalahan.

Tapi tetap saja tak ada jalan keluar dan korban Saudin selalu bersikap kasar sama adiknya Pendiaman, hingga peristiwa berdarah terjadi mengakibatkan korban Saudin tewas dipukuli sama adiknya Pendiaman pakai alat kayu kopi.

“Sakit hati istri pelaku dikatai lonte.Memang korban terus bersikap kasar sama pelaku yang tak lain adik kandungnya, dan Gamot sudah bolak-balik turun tangan menyelesaikan permasalahan.Pelaku sudah diamankan dan barang bukti kayu kopi dan parang telah disita.”tegasnya.

Loading...