Sadis !! Pecandu Narkoba Toyor dan Pijak Balita Hingga Tewas

62

ADI-SIANTAR | Kematian Jolio Sinaga yang ditemukan terkapar dikamar rumah orang tua asuhnya Martina Simanjuntak di Jalan Dalil Tani, Gg Rebung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Senin (27/3/2017) akhirnya terungkap.

Balita berusia 36 bulan yang ditinggal ibu kandungnya, Mariana Simanjuntak karena mencari nafkah sebagai TKI ke Malaysia ini, tewas karena dianiaya sama Mangara Siahaan (35) warga Jalan Lapangan Bola Atas, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat.

Motifnya sepele hanya karena korban Jolio tak mau diajak bercanda sehingga Mangara merasa kesal. Lalu mendorong dan membogem kepala Jolio berulang kali sampai terbentur ke tembok.

Di saat Jolio terkapar pelaku Mangara Siahaan memijak badan Jolio hingga mengalami retak tulang punggung belakang.

Diketahui awalnya dengan naik kereta, Mangara bersama istrinya boru Marbun serta kedua anaknya pergi bertamu kerumah Martina karena istri Mangara ada keperluan.

Begitu sampai dilokasi, istri Mangara pergi menjumpai Martina yang tengah nongkrong di warung tak jauh dari rumahnya.

“Mangara sama kedua anaknya masuk kerumah menonton televisi.Mangara pernah menumpang sebulan tinggal dirumah Martina,”kata penyidik Bripka RR.

Selanjutnya boru Marbun datang kerumah dengan maksud mengajak kedua anaknya yang tengah menonton televisi dengan suaminya Mangara pulang, mengingat hari sudah semakin larut.

Begitu boru Marbun bersama kedua anaknya melangkah keluar, Mangara tetap bertahan di dalam rumah sambil menonton televisi sendirian di ruangan tamu.

“Posisi Jolio tiduran dalam kamar, dan anak-anak Martina lagi sedang bermain-main diluar rumah,”ucapnya.

Kebetulan lagi tayangan iklan di televisi, Mangara disebut sebut warga setempah pernah pecandu narkoba dan pernah menjalani rehab selama setahun di Jakarta masuk ke dalam kamar menemui Jolio yang tengah tidur-tiduran.

Maksud Mangara hanya mengajak Jolio untuk bercanda. Tapi Jolio tak bersedia diajak bercanda, sehingga Mangara kesal.

Lalu mendorong dan membogem kepala Jolio hingga terjatuh dari atas tempat tidur serta membentur tiang broti kamar tidur.Tak cukup sampai disitu saja, pelaku memijak punggung korban pada saat terbaring telungkup.

Melihat Jolio tak bergerak Mangara menutupi pakai selimut, lalu mengambil kunci dan menutup pintu depan. Selanjutnya Mangara berjalan ke warung menjumpai istrinya boru Marbun yang lagi ngobrol dengan Martina.

“Setelah kunci diserahkan, Mangara pulang sama istri dan anak-anaknya.”jelas RR. Persis sekira pukul 22.00 WIB, Martina pulang kerumah lantaran dipanggil anak-anaknya karena curiga ada suara tangisan dari dalam rumah.

Setibanya dirumah, Martina mendapati Jolio tak bergerak di dalam kamar.Namun Jolio masih bernafas dan badannya masih hangat.Martina memberikan pertolongan dan memanggil warga tetangga.

Tak hanya itu saja, tubuh Jolio sempat diurut sama tukang pijat yang dipanggil sama Martina.Tapi nyawa Jolio tetap tak tertolong sehingga tewas di dalam rumah.

“Motifnya sepele hanya karena tak mau diajak bercanda lalu dianiaya.”jelasnya.

Sementara Kanit Perlindungan Perempuan Dan Anak(PPA) Polres Siantar Aiptu Malon Siaggian, mengatakan, kasusnya sudah diambil alih polres siantar karena menyangkut anak.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan tiga orang.Dan untuk tersangka udah kita amankan satu dan masih melakukan penyelidikan ada tersangka lain karena di temukan luka lebam baru dan lama pada tubuh sang balita sesuai hasil autopsi,”ucap Malon.

Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih,Dr Reinhard Hutahean SPF di konfirmasi hasil autopsi terhadap jasad Jolio memaparkan.

“Ada di temui luka lebam baru dan lama di sekujur tubuh korban akibat trauma paksa benda tumpul,mengalami retak tulang punggung,kening sebelah kiri memar,siku lengan tangan di temui lecet,”ucapnya.

Di tanya kembali apa penyebab pasti kematian Jolio Sinaga,Dr Reinhard membeberkan bahwa penyebabnya karena mengalami pendarahan pada bagian tengkorak kepala belakang dan depan akibat trauma paksa benda tumpul berlatar lembut dalam artinya bisa saja mengunakan tangan yang dilakukan secara berulang ulang kali,”ucap Reinhard.

Loading...