Sadis ! Pembantaian pengusaha Tionghua Medan, ayah-anak dipenggal istri diperkosa

487

Banda Aceh | Keputusan Asun pindah ke Banda Aceh untuk mengembangkan bisnis justru berujung maut. Sekaligus bersama istri dan anak lelakinya, pengusaha etnis Tionghoa asal Kota Medan dibunuh secara sadis.

Satu keluarga pengusaha etnis Tionghoa asal Medan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kediaman mereka, Lorong Tgk Malem, Gampong Mulia, Kec Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) malam.

Penemuan mayat tersebut membuat geger warga setempat. Hingga Selasa (9/1) pagi kediaman pengusaha tersebut disesaki ratusan warga yang ingin mengetahui lebih jauh sebab-musabab peristiwa itu.

Korban tewas berjumlah tiga orang, terdiri dari suami, istri dan satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketiganya adalah Tjie Sun (46), Minarni (40) dan Callietsong (8).

Informasi dihimpun, Tjie Sun yang biasa dipanggil Asun itu merupakan pengusaha makanan ringan. Dia berasal dari Kota Medan dan baru menetap di Banda Aceh beberapa tahun terakhir.

Ketiga mayat korban pembunuhan itu ditemukan setelah kerabatnya yang berdomisili di Medan menghubungi salah seorang tetangga korban. Sebab, sejak beberapa hari terakhir handphone milik korban tidak bisa dihubungi.

Saat sang tetangga mengecek kediaman korban, tampak seluruh pintu dan jendela tertutup. Namun, dia mencium aroma busuk dari arah rumah.

“Sudah sejak Sabtu pekan lalu korban tidak tampak keluar rumah. Warga kemudian melapor ke polisi karena curiga pintu rumah semua terkunci. Warga juga mencium bau busuk dari dalam rumah. Kita mendapat laporan setelah magrib. Atas laporan itu, kita mendobrak pintu dan menemukan mayat,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin kepada sejumlah wartawan.

Saladin menjelaskan, ketiga mayat tersebut ditemukan di lokasi terpisah. “Jadi korban menyewa dua ruko, mayat perempuan dan anak lelakinya ditemukan di salah satu ruko, sementara mayat lelaki dewasa di ruko lainnya,” tambah Saladin.

Pihaknya, sebut Saladin, meyakini ketiga Asun beserta istri dan anaknya merupakan korban pembunuhan. Dan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan ini, apakah perampokan atau tidak.

“Sejauh ini belum ada bukti yang kita temukan di lokasi. Sepeda motor korban tidak ada di tempat, tapi dua unit mobil milik korban masih ada,” bebernya.

Lebih lanjut Saladin mengatakan, pelaku pembunuhan kemungkinan besar adalah orang dekat. “Paling tidak kenal dengan korban. Karena, dia mengunci dari luar ruko tersebut,” katanya.

Informasi lainnya menyebut, ketiga jenazah ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan. Mayat Minarni ditemukan di ruang tengah dalam keadaan tanpa busana. Celana dalam warna putih yang dikenakannya sudah tidak pada posisi semestinya. Penutup organ vital itu sudah terlepas dan hanya melekat sebelah, sedikit di atas lutut kiri.

Diduga kuat, Minarni diperkosa sebelum akhirnya dibunuh. Selain ditemukan dalam kondisi tanpa busana, di lehernya juga terdapat luka bekas cekikan.

Kondisi Callietsong yang ditemukan satu ruangan dengan ibunya jauh lebih mengenaskan. Kepala bocah ini sudah terpisah dari badan. Sementara, mayat Asun ditemukan di kamar mandi dengan kondisi telungkup. Lehernya nyaris putus akibat bacokan benda tajam.

Menilik keadaan Asun yang mengenakan jeans dan di kedua kaki Minarni masih melekat sepatu, sejumlah pihak memperkirakan pembunuhan terjadi pagi hari saat keluarga pengusaha itu akan beraktivitas. Sementara, pemantauan di lokasi polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara hingga Selasa dini hari. Mayat ketiga korban dievakuasi ke RSU Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, sekira pukul 03.00 WIB menggunakan ambulan.

Loading...