Siang antar nasi Ibu, malamnya tewas kepala terbelah

39

SIANTAR-M24 | Frengki Susanto Sidabutar (34) ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi kepala terbelah. Padahal, siang harinya, driver GoJek ini masih mengantar makan siang ibunya yang berdagang di pajak.

Boru Silalahi (56) menangis histeris melihat anaknya, Frengki Susanto Sidabutar (34) terbujur kaku di Instalasi Jenazah dan Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Jumat (18/5) pagi.

“Kenapa kau Frengki? Bangunlah Nak. Siapa lagi kawan mamak?” seru Boru Silalahi dengan air mata berlinang.

Kepada M24, Boru Silalahi mengatakan tak percaya jika anaknya sudah tiada. Pasalnya, siang harinya, Frengki masih mengantarkan makan siang ke tempatnya berjualan di kaki lima Pasar Parluasan, Pematangsiantar. “Setelah itu, pergi lagi dia (korban) menarik GoJeck,” kenangnya.

Malam harinya, Boru Silalahi mulai merasa tak enak. Pasalnya hingga Jumat (18/5) pukul 00:00 WIB, Frengki tak kunjung pulang ke rumah mereka di Jln Nanggarsuasa Ujung, Kel Bane, Kec Siantar Utara, Kota Pematangsiantar. Ia lalu menelpon ke telepon genggam (HP) milik Frengki. Ketika itu, Frengki mengatakan akan segera pulang.

Karena anaknya masih lajang, Boru Silalahi maklum dan beranjak ke kamar untuk tidur. Sekitar pukul 04:30 WIB, Boru Silalahi terbangun karena suara dari HP miliknya. Saat diangkat, dari seberang, seseorang mengaku petugas kepolisian mengatakan jika anaknya, Frengki mengalami kecelakaan.

Ia pun diminta segera datang ke rumah sakit milik yang terletak di Jln Sutomo No.230, Kec Siantar Selatan tersebut. Namun Boru Silalahi tak percaya. Apalagi dirinya mendengar banyak penipuan dengan modus anggota keluarga kecelakaan.

“Dibilangnya anakku tabrakan dan supaya datang ke rumah sakit. Aku nggak percaya karena selama ini banyak modus penipuan kayak gitu. Kubilang sama yang menelepon itu, ‘Ta** sama kau’, lalu HPkumatikan,” tuturnya.

Tak lama berselang, HP-nya kembali berdering. Lagi-lagi terdengar suara seorang pria yang mengaku petugas kepolisian dengan kabar yang mengejutkan. “Pas mau berangkat ke pajak ditelepon lagi, bilang anakku Frengki Susanto tewas tabrakan,” kata Boru Silalahi.

Karena sudah dua kali ditelpon, Boru Silalahi langsung ke rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar itu sembari membawa cucunya, Mikhael Hutapea (8). Benar saja, di situ ia mendapati tubuh anaknya yang masih mengenakan jaket GoJek sudah terbujur kaku di Ruang Jenazah dengan kondisi mengenaskan. Gumpalan darah dari kepala yang terbelah menutupi wajah korban.

Tampak sejumlah rekan korban sesama driver GoJek turut menenangkan Boru Silalahi. Mereka pun mengaku terkejut mendapat kabar jika rekannya sudah tewas. Menurut Putra, sekitar pukul 03:28 WIB, korban diketahui menuju Jln Pdt J Wismar Saragih. “Sebelum dikabarkan tewas, sempat kami lihat di aplikasi korban mengantar orderan Go Food. Kami sama dia (korban) biasa mangkal di Warung Sederhana,” ujar Putra.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Hendro Wibowo SIP MM melalui Kanit Laka, Aiptu James Situmorang mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga kereta Yamaha Zupiter Z1 BK 3837 WAG yang dikendarai korban menabrak mobil yang berada di depannya.

“Sama-sama satu arah datang dari Parluasan. Kereta korban menabrak mobil di depannya. Kita masih menyelidiki jenis mobil yang melarikan diri pascakejadian tabrakan,” tegasnya. (adi)

Loading...