Sintua HKBP Dibacok Perampok, “Badannya Kecil-Kecil Tidak Ada Seperti Aparat”

20

SIMALUNGUN-M24 | Sehari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi Lohot Sitanggang, korban perampokan dengan kekerasan di kediamannya Huta Sidomulyo I, Nagori Rukun Mulyo, Kec Panombeian Panei, Kab Simalungun, Selasa (7/8) lalu, berangsur membaik.

“Sudah enakkanlah rasanya. Hanya saja kepalaku ini masih pening-pening. Mungkin karena luka. Rencana besok mau discanning untuk memastikannya,” terang Lohot saat dijumpai metro24 di Ruang Merpati III RSU Tiara Jln Menambin, Kel Timbanggalung, Kec Siantar Barat, Kota Siantar, Rabu (8/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tampak kepala korban yang dibacok perampok masih diperban. Sedang kondisi kaki dan badan yang mengalami luka koyak akibat senjata tajam berangsur membaik.

Menurut Lohot, saat beraksi, kelima pelaku mengenakan penutup wajah (sebo) warna hitam. “Badan mereka kecil-kecil, tak ada yang seperti postur tubuh aparat. Pelaku itu mengenakan baju hitam dan celana hitam. Satu orang sajalah pakai celana pendek seperti jeans, yang menjaga aku. Sedang yang lain memaksa istri dan mengacak-acak rumah,” kenangnya.

Masih Lohot, adalah Suparno, tetangganya yang pertama sekali mendengar teriakan minta tolong istrinya. Bahkan Suparno mengaku sempat melihat para pelaku masuk ke dalam rumah. Hanya saja ketika itu ia tak curiga dan mengira para pelaku adalah orang yang ingin berobat.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak YP Simbolon melalui Kanit Jahtanras, Iptu Hengki Siahaan yang dikonfirmasi mengatakan masih melakukan lidik terhadap kasus perampokan seorang Sintua HKBP Bahkapul tersebut. “Kita masih melakukan lidik dan membackup Polsek Panei Tonggah untuk mengungkap kasus ini,” ucap Hengki.

Diberitakan sebelumnya, Lohot Sitanggang dirampok lima pelaku bersenjata tajam yang menerobos masuk ke rumahnya, Selasa (7/8) sekitar pukul 04:00 WIB. Dengan sadis pelaku menganiaya korban dengan kampak dan parang di bagian kepala, pinggang serta kaki. Korban kemudian diikat di dapur.

Kemudian pelaku menyeret istri korban, Mery Sinaga ke kamar mandi. Pelaku lalu memaksa Mery Sinaga memberitahu tempat penyimpanan barang berharga mereka. Akhirnya pelaku berhasil menggondol tas berisi uang gereja dan uang hasil penjualan sawit sekitar Rp20 juta, 3 gelang emas, 2 cincin dan 1 kalung emas putih dengan total kerugian Rp55 juta. (adi)

Loading...