Siswi SMP Diperkosa 3 Teman Sekolah

44

Telepon genggam yang dirampas mengungkap peristiwa kelam. Bunga, seorang siswi SMP diperkosa. Pelakunya, tiga teman satu sekolahnya.

MEDAN JOHOR-M24 | Firman (53) membawa putri semata wayangnya, sebut saja Bunga, ke Polsek Delitua, Selasa (14/8) sekitar pukul 14:45 WIB. Mereka melaporkan pemerkosaan yang telah dialami dara berusia 14 tahun tersebut.
Dituturkan kepada metro24, peristiwa itu berawal Bunga hendak bermain ke rumah tetangga yang terletak di belakang rumahnya, kawasan Eka Jaya I, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor, Kota Medan, Selasa (7/8) sekitar pukul 19:00 WIB. Tiba di salah satu gang, gadis hitam manis itu dipanggil AS (14). Karena yang memanggil teman sekolah dan masih bertetangga, Bunga pun menemui AS.

Tak lama berselang, JI (14) dan NA (15) ikut bergabung. Keduanya juga teman sekolah dan tetangga, sehingga Bunga tak curiga. Setengah jam bercerita, AS mengajak Bunga menjauh dari teman-temanya. Saat berada di semak-semak, AS langsung meraba tubuh pelajar kelas IX salah satu SMP ini.

Sontak Bunga berontak, coba lepas dari pegangan tangan AS. Melihat itu, JI dan NA mendatangi lokasi AS dan Bunga. Bukannya menolong, keduanya justru membantu AS memegangi korban. Sembari membuka celana yang dikenakan Bunga. Setelah penutup tubuh bagian bawah terbuka, korban diperkosa ketiga pelaku secara bergantian atau digilir.
“Tangan saya dipegang pelaku. Setelah itu AS yang pertama memperkosa saya. Saat diperkosa, saya sempat menjerit karena kesakitan. Hanya, karena daerah itu sunyi, tidak ada satu pun warga mendengar,” ungkap korban kepada petugas di Polsek Delitua.

Begitu selesai melampiaskan nafsu bejatnya, lanjut korban, ketiga pelaku langsung pergi. Sementara, korban mereka tinggalkan dalam kondisi setengah telanjang.

Selanjutnya korban yang takut dilihat warga langsung mengenakan pakaian dan pulang ke rumah. Peristiwa itu pun dia simpan rapat-rapat dari kedua orangtuanya. “Takut saya ngasih tahunya sama orangtua, Bang. Karena yang memperkosa saya itu anak tetangga dan masih satu sekolah,” beber korban tentang keputusannya itu.
Namun, pepatah lama mengatakan, “Sepandai-pandai menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.” Lima hari berselang, peristiwa itu pun terungkap.

Ceritanya, Sabtu (11/8), korban tengah berdiri di Jln Karya Wisata, Kec Medan Johor. Tiba-tiba satu unit kreta Vario yang dinaiki dua orang (identitas belum diketahui) mendekat dan merasmpas telepon genggam (HP) Oppo warna coklat dari tangan korban.

Kehilangan HP membuat korban ketakutan untuk pulang ke rumah. Ia pun menemui temannya di Dusun III, Penampungan, Desa Delitua, Kec Namorambe dan menginap di sana. Sementara di rumahnya, kedua orangtua khawatir putri satu-satunya tak kunjung pulang. HP-nya pun tak dapat dihubungi.
Keesokan hari, Minggu (12/8) pagi, Firman mencari tau keberadaan korban. “Pertama kami cari Bunga ke rumah temanya di Dusun III, Penampungan, Desa Delitua, Kec Namorambe. Tetapi tidak ketemu. Kata temannya, pagi-pagi Bunga sudah pergi. Kami disarankan mencari ke kawasan J City, di Karya Wisata, Medan Johor,” tutur Firman yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kota (Pemko) Medan ini.

Benar saja, setelah menelusuri kawasan J City, sekitar pukul 16:00 WIB, korban ditemukan di salah satu wadah permainan yang ada. Firman langsung memeluk putri kesayangannya itu. Selanjutnya mereka membawa korban pulang. Khawatir telah terjadi sesuatu, Firman meminta istrinya yang seorang guru sekolah dasar (SD) menginterogasi.

Di awal, korban hanya menyebut HP-nya dirampas orang. Namun, sang ibu yang melihat kegundahan luar biasa di raut wajah anak perempuannya meyakini ada persoalan lain.
“Begitu kami ancam mau dibawa ke rumah sakit, Bunga pun mengakui bahwa dia sudah diperkosa ketiga remaja sekaligus teman sekolahnya itu,” tambah Firman.

Sebagai orangtua, Firman pun terkejut dan marah. Ia langsung menemui orangtua ketiga pelaku. Di hadapan orangtuanya, ketiga pelaku mengakui perbuatannya. Berdasarkan pengakuan ketiga pelaku, Firman pun membawa korban untuk membuat laporan resmi ke Polsek Delitua.

Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau yang dikomfirmasi mengatakan telah mendapat informasi terkait peristiwa cabul terhadap anak bawah umur tersebut. Pihaknya bahkan langsung memproses laporan korban. “Kita masih memintai keterangan korban dan segera membawanya ke rumah sakit untuk divisum,” tegas BL Malau. (mehuli)

Loading...