Suami Istri Tewas Pelukan dan Anak Jadi Abu

Rumah korban yang terbakar

Aulia Agustina tewas mengenaskan. Bayi berusia dua bulan ini jadi abu dalam pelukan jasad kedua orangtuanya yang juga terpanggang setelah api membakar rumah mereka.

TEBINGTINGGI –M24 | Samsul Saragih (63) dan istri, Hamidah Purba (60) hanya bisa meratapi jasad anak dan menantunya, Abdul Aziz Saragih (31) dan Kamila alias Mila (22), yang gosong berpelukan. Mirisnya, sang cucu yang masih berusia dua bulan, Aulia Agustina, jadi abu setelah rumahnya di Dusun Mangga Dua Dalam, Desa Bandar Tengah, Kec Bandar Kalipah, Kab Serdang Bedagai (Sergai) dilalap si jago merah.

Dengan mata menyiratkan kesedihan, Hamidah menuturkan kronologi peristiwa tragis tersebut. Semua berawal dari pemadaman yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak Senin (1/10) pukul 23:00 WIB, ketika orang-orang di Dusun Mangga Dua Dalam terpaksa memasang lampu minyak atau lampu sentir.

Loading...

Lampu sentir memang biasa digunakan warga pedesaan sebagai penerangan bila PLN melakukan pemadaman. Lampu ini biasa dibuat dari bahan sederhana berupa kaleng cat maupun botol bekas yang diisi minyak tanah. Selanjutnya, bagian atas atau tutup dilubangi dan diberi corong sebagai penyangga sumbu.

Esoknya, Selasa (2/10) sekitar pukul 04:45 WIB, Hamidah terbangun untuk melaksanakan Salat Subuh. Listrik dari PLN masih belum menyala. Ketika berjalan ke kamarnya, ia melihat anaknya Aziz Saragih di ruang tamu sedang mengisi minyak bensin ke dalam botol air mineral.

Sehari-hari, Aziz Saragih menjual minyak bensin eceran dan gas LPG 3 Kg di rumahnya. Untuk itu pagi-pagi Aziz mengisi bensin ke botol air mineral ukuran 1,5 liter dengan bensin. Ia juga melihat lampu sentir yang terletak tak jauh dari tempat Aziz.

Hamidah pun menegur dan mengingatkan putranya untuk tidak mengisi minyak berdekatan dengan lampu sentir. Khawatir apinya bisa menyambar. Namun, Aziz Saragih seperti tak mendengar. Dia melanjutkan pekerjaan, mengingat ada tiga jeriken bensin yang harus diisi.

Beberapa saat berselang, ketika asyik mengisi bensi ke botol, api dari lampu sentir bergoyang ditiup angin. Mirisnya, api menyambar minyak yang sedang dituang dan langsung membakar botol serja tiga jeriken berisi bensin. Tak pelak api dengan cepat berkobar membakar seluruh ruang tamu.

Selain jeriken berisi minyak, di ruangan itu juga terdapat beberapa tabung LPG 3 Kg. Namun, tabung-tabung itu sepertinya dalam keadaan kosong, sehingga tidak sampai meledak.

Kobaran api membuat Aziz Saragih bersama ayah dan ibunya berlari ke luar rumah. Setelah berada di tempat yang aman, Hamidah tesentak karena teringat menantu dan cucunya yang masih berada di kamar. Ia pun menyuruh Aziz Saragih kembali menyelamatkan istrinya, Mila dan anaknya Aulia Agustina.

Aziz menerobos korbaran api dan mencari ke kamar tidur mereka. Nahas, kobaran api terus membesar. Akibatnya, Aziz bersama istri dan anaknya terperangkap. Api pun terus merambat hingga ke kamar tidur.

Di luar rumah, Syamsul Saragih dan istrinya Hamidah berteriak-teriak meminta pertolongan. Warga gempar dan langsung terbangun selanjutnya berlari ke lokasi. Setelah mendapat penjelasan akan situasinya, warga beramai-ramai berupaya memadamkan kobaran api dengan alat seadanya.

Setengah jam kemudian, sekitar pukul 06:00 WIB, api berhasil dipadamkan. Warga langsung masuk ke dalam rumah. Setiba di kamar tidur, mereka menemukan dua jasad yang hangus terbakar dengan posisi berpelukan. Namun, warga tak menemukan jasad Aulia Agustina.

Warga menduga, Aziz dan istrinya Mila memeluk putri tunggal mereka, begitu sadar terjebak api. Mereka mencoba melindungi makhluk tak berdosa itu dengan mengorbankan diri. Namun, maraknya api tak hanya menghanguskan tubuh keduanya, tetapi juga membakar tubuh Aulia hingga menjadi abu.

“Tadi pagi gelap kali Pak. Ya kamilah warga di sini berusaha memadamkan apinya sampai betul-betul mati. Tanpa bantuan dari pemadam kebakaran. Listrik baru hidup sekitar pukul delapan tadi,” jelas Hamidah kepada metro 24 yang menemuinya di rumah duka, Selasa (2/10) siang.

Kepala Desa Bandar Tengah, Mhd Nasir (50) yang datang ke lokasi mengimbau warga agar tidak menyalakan lampu minyak, lilin atau sejenisnya di dekat bahan yang mudah terbakar.

Terpisah, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi SIK melalui Kapolsek Bandar Kalipah, AKP Sofyan mengatakan pihaknya tengah menangani kasus kebakaran tersebut. “Benar telah terjadi kebakaran sebuah rumah permanen dan memakan korban tiga orang sekaligus, pasangan suami istri dan anaknya yang masih berusia dua bulan hingga tewas,” ujarnya. (agus)

Loading...