Tanggul Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

92

ALEX – TOBASA | Hujan yang melanda kawasan hulu sungai Aek Simare, Kamis (20/4/2017) sore mengakibatkan sungai yang melintasi Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa itu meluap. Akibatnya, tanggul sungai tersebut jebol karena tidak sanggup menampung volume air sungai.

“Ini kejadiannya semalam karena hujan deras. Akibatnya banjir melanda sungai ini hingga tanggul jebol, akhirnya air merembet hingga ke persawahan warga yang nyaris disepanjang aliran sungai ini,” ujar Rudi Rajagukguk, Jumat (21/4/2017) siang.

Akibat banjir tersebut, ratusan hektare persawahan warga yang ditanami padi terancam gagal panen yang melanda 7 desa yakni Desa Sintong Marnipi, Simatubung, Oppu Raja Hutapea, Lumban Bagasan, Oppu Raja Hatulian, dan Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti. Selain persawahan, banjir juga melanda beberapa kolam ikan warga.

Meski begitu, Camat Laguboti, Dumaria Sinaga belum dapat menyebutkan perkiraan angka kerugian material petani.

“Kita belum dapat menyebutkan perkiraan kerugian petani, sebab datanya masih dalam perkiraan,”ujar Dumaria yang ditemui di lokasi, Jumat (21/4) siang.

Menanggapi banjir ini, Pemkab Tobasa terlihat sudah menurunkan 1 unit alat berat untuk menimbun tanggul yang jebol tersebut. Namun, terkait soal kerugian masyarakat karena terancam gagal panen, pemerintah mengaku belum dapat memastikan bentuk bantuan kepada petani yang mengalami kerugian.

“Kalau soal kerugian, saya belum dapat berbicara banyak. Sampai sekarang masing-masing kepala desa masih melakukan pendataan terkait kerugian. Dan soal bantuan kepada petani, kita telah sampaikan kepada Pemkab, dan kita lihat saja nanti apakah Pemkab akan menyerahkan bantuan kepada petani atau tidak,” ujar Dumaria mengakhiri.

Loading...