Tekapar di Jln MT Haryono, Loei Wie Loen Tewas Dibegal

MEDAN-M24 | Loe Wie Loen (66), warga Jln Sei Deli, Kampung Masjid, Kel Silalas, Kec Medan Barat, Kota Medan, tewas setelah menjadi korban aksi kriminal jalanan (begal), Rabu (18/7) dinihari.

Informasi dihimpun metro 24 dari kepolisian, peristiwa tersebut pertama sekali diketahui Roy (32), penarik becak motor (parbetor) saat melintas di Jln MT Haryono, sekitar pukul 05:30 WIB. Di situ ia melihat sosok pria tergeletak di atas trotoar.

Saat didekati, korban yang warga keturunan Tionghoa ini mengenakan kaos putih ditutupi jaket biru, celana pendek biru tanpa alas kaki. Di sebelah kepala terlihat botol minuman oranye dan sejumlah anak kunci. Tampak juga luka lebam di mata, kaki korban. Saat itu, korban terlihat masih bernafas.

Loading...

Ketakutan, Roy langsung mendatangi Polsek Medan Timur yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Kepada petugas, Roy memberitahukan temuannya tersebut. “Awalnya kita mendapat laporan dari seorang pengendara becak, bahwa yang bersangkutan menemukan korban dalam keadaan sesak nafas di pinggir jalan,” jelas Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu kepada metro 24.

Personel Reskrim bergerak cepat ke lokasi. Melihat korban dalam keadaan sadar, petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Murni Teguh di Jln Jawa, Kec Medan Timur untuk mendapat pertolongan medis.
Di rumah sakit, petugas melakukan pemeriksaan guna mencari tahu identitas korban. Dari saku celana korban, ditemukan satu unit telepon genggam (HP) serta dompet berisikan identitas.

Petugas selanjutnya menghubungi salah seorang keluarga korban, Lu Ing Cu (40), warga Jln Brigjen Katamso Medan. Menurut keterangan Lu Ing Cu, korban meninggalkan rumah dengan mengendarai kreta Supra BK 2902 KM. “Dari seorang saksi yang merupakan keluarga korban kita mengetahui kalau korban menjadi korban perampokan,” tutur Wilson Pasaribu.

Sekitar pukul 10:00 WIB, petugas rumah sakit menyatakan korban telah menghembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya jenazah korban dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan.

Atas peristiwa itu, lanjut Wilson Pasaribu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV di sekitar lokasi guna mencari tahu ciri-ciri pelaku. “Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan. Selanjutnya akan kita lidik lebih lanjut,” pungkas Wilson Pasaribu. (ardi)

Loading...