Terseret Arus Sungai Asahan, 3 Mahasiswa & 1 Pelajar Belum Ditemukan

15

KISARAN-M24 | Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan dibantu Basarnas Asahan–Tanjungbalai, personel Polsek Bandar Pulau dan Koramil Bandar Pulau beserta warga sekitar melakukan penyisiran dan pencarian empat orang yang hanyut di Pemandian Bedeng, aliran Sungai Asahan di Dusun III, Desa Marjanji Aceh, Kec Aek Songsongan, Kab Asahan.

Pantauan M24 di lapangan, Kamis (9/8), tim gabungan menggunakan perahu karet menyisir ke berbagai daerah-daerah yang dicurigai. “Kita mulai melakukan pencarian terhadap para korban tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Sampai saat ini, kita belum menemukan tanda-tanda keberadaan para korban tersebut,” ujar Dankapos Basarnas, Boby Purba didampingi Kabid, Khaidir Sinaga.

Boby Purba mengatakan, para korban yang masih dinyatakan hilang adalah Maya Daulay (21) dan Maulida Batubara (21), keduanya warga Tembung, Kab Deliserdang, Dwihadi Mahendra (21), warga Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Fery (14), pelajar asal Siumbut Baru, Kec Kisaran, Kab Asahan.

Kapolsek Bandar Pulau, AKP Victor Simanjuntak yang ditemui di lokasi mengaku sedikit kesulitan dalam upaya pencarian korban. Hal itu karena arus dan kondisi sungai.
“Tim penyelam juga sudah melakukan penyisiran ke lokasi yang dianggap rawan. Tim juga menyisir akar rumpun bambu yang berada di pinggir Sungai Asahan ini. Kami mohon doa agar semua korban hanyut dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Tampak pencarian itu juga diikuti orangtua dari korban Maya Fadila Daulay, Effendy Daulay (59). Darinya diketahui jika bungsu dari empat bersaudara itu serta teman-temannya sedang melaksanakan acara perpisahan usai KKN. “Sebelum kejadian, Maya masih melakukan komunikasi kepada ibunya dengan menggunakan video call. Saat itu, Maya mengatakan akan pulang Minggu ini, karena masa KKN-nya telah berakhir. Maya juga sempat berpamitan akan mengadakan tamasya ke daerah wisata alam Bedeng ini,” kenang Effendy Daulay.

Ketika itu, sang ibu sempat melarang korban mengikuti kegiatan tersebut. Namun korban bersikukuh untuk ikut. “Saya kuat Ma,” ucap korban kala itu. “Istri saya hanya bisa terdiam sambil berdoa agar putrinya sehat dan selamat,” tutur Effendy sembari menangis.
Dirinya mendapat kabar bila putrinya hanyut di aliran Sungai Asahan pada Rabu (8/8) sekitar pukul 20:00 WIB. Saat itu juga ia dan keluarganya berangkat ke lokasi. Sekalipun telah mengikhlaskan peristiwa itu, Effendy berharap tim gabungan dapat menemukan putrinya.

Informasi yang dihimpun, para korban bersama rombongan tiba di Pemandian Bedeng, Rabu (8/8) sekitar pukul 15:30 WIB dengan mengendarai mobil pick up. Selanjutnya mereka mandi-mandi di aliran Sungai Asahan. Sekitar 30 menit berselang, kedua korban terseret arus. Melihat itu teman-temannya coba menolong. Namun naas, mereka justru ikut hanyut.

Warga sekitar hanya berhasil menyelamatkan satu korban sekitar 150 meter dari lokasi hanyut. Sementara keempat lainnya terus terseret arus yang deras. (red)

Loading...