Tidur di tepi rel, bocah SD tewas di Sungai Denai

68

Irwan – Percut | Niat unjuk kebolehan dengan tidur di pinggiran papan rel kereta api berujung petaka bagi Daniel Sibuea. Bocah berumur 12 tahun terjatuh dari jembatan dan tewas di aliran Sungai Denai.

Peristiwa ini terjadi, Selasa (6/3) di Mandala, Kec Percut Sei Tuan. Informasi dihimpun, Daniel bersama abang kandungnya Bezar Sibuea (13) dan teman-temannya mandi di Sungai Denai, Mandala, tepatnya di bawah jembatan rel.

Bocah yang duduk di kelas 6 di SD yang terletak di Perumnas Mandala, Jln Kenari Raya 3, kemudian mandi di sungai. Tiba-tiba adiknya dipanggil teman ceweknya yang saat itu berada di atas.

Menurut Bezar, anak pertama dari dua bersaudara, adiknya naik untuk menunjukkan kehebatannya di depan teman ceweknya. Korban tidur di papan pinggir rel yang bagian bawahnya tepat sungai Denai. Ia menunggu kereta api yang lewat. Begitu kereta api lewat, korban terjatuh ke dalam Sungai Denai.

“Memang sering dia melakukannya dan biasanya tidak ada apa apa. Habis kereta api lewat, saya lihat si Daniel terjatuh,” kata Bezar yang selama ini tinggal bersama opungnya Rospita br Saragih (77) karena ibunya Yanti br Tobing telah berpisah dengan ayah mereka Faisal Sibuea.

Sementara Pasaribu, pedagang burung yang berada di pinggir sungai tersebut mengatakan, korban memang terkenal bandel. Sambungnya, korban tidur-tiduran di papan rel jembatan tersebut terjatuh.

“Kepalanya luka hingga kelihatan otaknya dan salah satu tangannya patah serta tulang belakang patah. Saya sempat melihat orang meminggirkan korban ke pinggir sungai, kalo tidak dipinggirkan ke darat, korban sudah tenggelam,” bilangnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Hartono kepada M24, Selasa (6/3) mengatakan pihak keluarga meminta korban tidak diotopsi. “Mereka sudah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan. Makanya korban kami kembalikan ke pihak keluarga,” katanya.

Loading...