Truk CPO PT Varem kembali dihadang warga

22

Kisaran-M24 | Perseteruan antara warga Lingkungan VI dan VII Kel Aek Kuasan, Kec Aek Kuasan, Kab Asahan dengan pihak PT Varem Sawit Cemerlang sepertinya akan berlangsung lama.

Pasalnya, sejumlah truk pengangkut CPO milik perusahaan itu masih dilarang warga melintasi pemukiman mereka.

Informasi didapat, perseteruan terjadi sejak Sabtu (30/7) lalu yang berujung bentrok hingga menimbulkan korban jiwa seorang warga bernama Misnar (83). Dia diduga tewas akibat saling dorong dengan pihak kepolisian dari Polres Asahan.

Di lokasi, tampak juga satu unit minibus warna hitam dengan kondisi ban depan sebelah kiri tidak terpasang berada di tengan badan jalan hingga sejumlah truk CPO tertahan dan tidak bisa melintas.

“Kami tidak ada melarang perusahaan untuk tidak beroperasi atau menghadang jalan truk mereka. Masih banyak jalan yang bisa dilalui, tapi tidak melintas di depan pemukiman kami. Truk yang melintas itu dinilai telah merusak jalan di sini dan merusak pondasi rumah warga,” ucap Zulkifli Pane, Sabtu (7/7) sore.

Diungkapkan pria yang berdinas di Mabes TNI AL ini didampingi adiknya Rosita, selain terkait permasalahan yang ditimbulkan oleh truk pengangkut CPO tersebut, pihak PT VSC dinilai telah melanggar perjanjian yang sudah disepakati dengan warga sebelumnya.

“Sebelumnya ada dilakukan pertemuan antara pihak perusahaan dengan warga sekitar. Ada sejumlah poin yang telah disepakati seperti pihak perusahaan harus mengutamakan warga sekitar dalam merekrut tenaga kerja. Tapi nyatanya dari 100 karyawan di perusahaan itu, hanya ada 15 warga sekitar,” ungkap mantan Dan Pomal Belawan berpangkat Letkol (Mar) ini.

Sementara itu, Rosita selaku mantan humas menjelaskan bahwa pihak PT Varem dinilai tidak mempunyai hati nurani. “Jangankan datang untuk memberi ucapan belasungkawa, papan bunga sebiji juga tidak ada. Malah pemilik perusahaan berinisial AM seperti mengancam saya ketika saya hubungi melalui telpon,” jelas Rosita.

Terpisah, Manager HRD PT. Varem, Noy Lingga membantah segala tudingan yang diutarakan oleh Rosita dan abangnya Letkol Marinir Zulkifki Pane.

“Apa yang diutarakan oleh mereka berdua itu tidak benar, pihak perusahaan sebelumnya telah mengutus anggota kerja di sini untuk melakukan kunjungan ke keluarga Rosita yang saat itu masih dalam keadaan duka pasca meninggalnya orang tua mereka saat terjadi penghadangan truk CPO milik PT. Varem pada tanggal,” ungkapnya. (deddy)

Loading...