“Antooo…ssss… aku gak tahaaan..” Bisik Mbak Rini Ditelingaku

525

cewekPERMAINAN panjang malam itu dengan Mbak Rini membuat kami lupa. Kalau sebenarnya yang kami lakukan itu dilarang. Namun, semuanya sudah terlanjur dan kami menikmati permainan itu hingga pagi.

“ Kenapa mbak..? apanya yang berbahaya..?” sahutku sekenanya sambil mendaratkan kecupan bibirku di lehernya yang jenjang. Sejenak dia meronta-ronta kecil berusaha menghindari kenakalan bibirku pada leher mulusnya. Sementara tanganku tengah meremasi kemontokannya. Mbak Rini tidak mengenakan bra.

Beberapa kali tangan halusnya menepiskan tanganku. Tapi segera tanganku kembali ke tempat semula, sampai sesaat kemudian perlawanannya berhenti dengan sendirinya, berubah dengan desah nafas memburu dan geliatan tubuhnya. Serangankupun kukendorkan, kecupan bibirku kuperlembut demikian juga remasan tanganku berubah menjadi elusan lembut.

“Antooo…ssss… aku gak tahaaan..” bisiknya pendek, dekat sekali suara itu di telingaku. Oooowww… daun telingaku dikulumnya… dijilatinya…“ Ikuti aja mba… nikmati aja..” bisikku mesra sambil menarik tali daster yang tersimpul di pundaknya, sehingga memperlihatkan kemulusan tubuhnya.

Begitu mulus. Kudaratkan jilatan ujung lidahku. Tubuh mbak Rini menggeliat sambil mendesah panjang. “ Ssssssshhh… aaahh… Annttooo..ooo.. aku.. takuut… mmmmmhh” Tak kupedulikan lagi kalimat-kalimat mbak Rini, karena nafsukupun sudah di ubun-ubun.

Apalagi menghadapi kenyataan ternyata tubuh ibu muda ini memang tak layak untuk dilewatkan sesentipun. Desah-desah resah berhamburan dari mulut mbak Rini, geliatan tubuhnya sudah menunjukkan kepasrahannya kepada birahinya sendiri.

Tangannya mulai melingkar di leherku, betapa rambutku digerumasinya, betapa kuatnya jari lentik mbak Rini mencengkeram kulit punggungku.

“ Duuuh… ampuuunn…..” desahnya lirih, perutnya yang rata berkulit putih dihiasi lubang pusar berbentuk bagus ini menggeliat erotis, manakala bibirku mengecupinya. Tubuh atas mbak Rini sudah kutelanjangi, entah kemana daster dan sweaternya jatuh ketika kulempar tadi.

Tubuhnya setengah rebah dengan kepala berada di sandaran tangan sofa, sementara kulihat tangannya sibuk entah kemana mana. Mbak Rini mengerang panjang dengan menggoyang-goyangkan kepalanya yang mendongak. Tubuhnya menggeliat erotis.

“ Owww… Anntttooo… jangaaan… aku ga mauu…” bisiknya sambil tangannya menahan daguku ketika kukecupi Mbak Rini.

“ Kenapa mbak..?” tanyaku lembut. “Ssssshh… aku belum.. pernah… maluuu..” jawab mbak Rini sambil berusaha menarik tubuhku ke atas. Busyeet jadi diapain aja tubuh indah ini sama mas Rudi..?

Selanjutnya tanpa permisi. Fuuuiii..! sebuah pemandangan. Indah sekali . (******)

Loading...