Dibalik Cerita Wanita Penghibur Warung Remang-remang di Pinggir Jalinsum

507

SERDANG BEDAGAI|Lain cerita wanita penghibur diwarung remang dipelosok desa. Beda dengan wanita penghibur di warung remang sekitar Jalinsum di Desa Sei Bamban, Serdang Bedagai Sergai).

Seperti diceritakan Ti (31) dan Sa (30) bekerja warung remang dipelosok desa. Mereka tidak mendapat uang tips dari pemilik warung, melainkan dari pengunjung mereka temkani minum.

Namun wanita-wanita penghibur di warung lebih mewah disekitar Jalinsum mereka mendapat uang tip dari pemilik warung melalui jumlah botol diminum pengunjung.

Liputan koran ini dibeberapa warung remang disekitar Jalinsum tepatnya diareal bekas tanah milik PTPN III Kebun Rambutan yang kini di kuasai masyarakat.

Memang sekilas kita lihat pada siang hari warung makan, namun pada malam hari dibelakang warung tersebut tersedia tempat untuk para hidung belang minum miras dengan pelayan yang berpakaian mini dan berdandan menor mayaknya pemain kuda kepang.

Bahkan ada warung memutar lagu house musik sampai dinihari, sehingga setiap pengendara yang melintas di daerah perkebunan sawit itu akan terkejut mendengar suara musik.

Begitu masuk kedalam salah satu warung remang dipenuhi lampu warna-rani, kita akan disambut wanita pakaian seksi sambil mengajak duduk mau menyodorkan minuman.

”Mau kemana bang, gak minum dulu, kalau mau minum biar saya temani,”ujarnya dengan lembut dan senyum menggoda.

Itulah sambutan ramah penuh ceria dilontarkan para wanita penghibur agar pengunjung mau betah dan duduk diwarung tempat mereka bekerja.

Ya (21) ngaku Belawan ini baru beberapa minggu bekerja diwarung remang, namun dirinya sejak menjanda sudah malang melintang pindah-pindah warung untuk mencari uang demi anaknya masih kecil.

“Baru aja disini gaji tip dari botol, biasanya dikafe Marindal, Belawan dari tip pengunjung,” ujarnya.

Menurut Ya, selain melayani tamu, dirinya juga siap dibawa untuk short Time. Baik kehotel tidak jauh dari lokasi warung tempat dia bekerja, atau dikamar pribadinya.

“Kalau kehotel harus tengah malam, lagian sewa hotel, kalau dikamar hanya bayar kamar murah,” papar Ya.

Melati menceritakan dirinya terjun sebagai pelayan kafe plus penjaja cinta akibat ditinggal kekasihnya kawin, padahal mereka sudah 2 tahun pacaran.

”Dia mau nikah dengan wanita lain, lucunya aku malah diundang untuk datang ketempat pernikahannya,”papar Ya.

Diakuinya, sejak menjanda 2 tahun dirinya sudah 30 kali putus cinta dengan pria, sedangkan sebagian besar sudah mencicipi tubunya. Bahkan setelah mencicipi tubunya para pria tersebut pergi meninggalkannya.

”Mereka habis mencicipi tubuhku langsung meninggalkan aku dari pada tubuhku dicicipi gratis, lebih baik ku jual,” ujarnya.

Loading...