Ngesek dengan Temen Adikku yang Blowjob Mania

809

MEDAN|Ku bertemu dengan Sarah ketika aku mengantar dan menghadiri wisuda adikku, Cika di sebuah perguruan tinggi di kota Bandung. Ketika itu aku berperan menjadi sopir keluarga yang harus antar jemput keluarga yang datang dari Kalimantan. Cika ini adalah cewek terakhir dikeluargaku yang menjadi sarjana. Dalam umur 21 tahun, dengan otaknya yang encer Cika adikku menjadi sarjana tercepat di keluargaku.

Eh ini bukan mau cerita tentang adikku Cika nih, tapi temenya adikku si Sarah mojang geulis yang wajahnya bandung banget itu. Mereka sama-sama wisuda, meski dari jurusan yang berbeda. Cika di HI, sedangkan si Sarah di ekonomi.

Singkat cerita, usai mengantar Cika adikku dan orang tua dari banjarmasin ke tempat wisuda, tiba-tiba datang perintah dari Cika adikku.

“Bang, pliisss, darurat nih, tolong jemput temenku Sarah di salon xxx, udah jam segini ortu nya belum datang. Nanti nggak kebagian tempat duduk lagi…” katanya memelas.
“Siap, tuan putri, yang deket bank bca itu kan? Ahh, gimana aku bisa tau orangnya?”
“Orangnya yang paling cantik di salon pake kebaya warna krem, itu udah pasti Sarah! jangan coba ngerayu, nanti aku kasih tau kakak di rumah lho..”
“Siap bawel..” meski jalanan macet, cuma 10 menit kemudian aku telah sampai salon xxx tempat sarah menunggu.
Wahh, itu dia, pikirku melihat gadis mengenakan kebaya krem tengah memainkan hp. Sialan si Cika, nomor hp nya nggak di kasih ke aku. Begitu dekat aku langsung menyapanya.
“Sarah ya?”
“Hmmm.. Bang Pras ya, sorry nih udah merepotkan, Papaku masih jauh di jalan bang..”
“Owh, nggak apa-apa Sar, santai aja, lagian kan nggak jauh..”

Aku membukakan pintu Feroza bututku dan dengan sedikit kesulitan dia naik. Tubuh Sarah di balut kebaya, sungguh seksi. Kututup pintu dan pelan-pelan aku jalankan mobil. aku bisa memperkirakan Sarah tinngi badanya 167cm, berat badanya sekitar 51kg. Dengan model kebaya yang dadanya agak tinggi, toketnya pasti berkisar 36b. Umurnya pastilah masih seumuran dengan adikku Cika, 21-22 thn. Bandingkan denganku yang sudah 34 thn. Lho buat apa lagi dibandingkan, maksudnya ini cewek tipeku banget.

“Bang, kakak nggak ikut?”
“Kakak siapa Sar?” tanyaku berlagak bloon.
“Istri abang…” buseett dah, kapan si Sarah kenalam ma istri gua ya, pikirku.
“Owhh, di rumah Sar, eh di sekolah antar anak..” alamak, kok jadi gugup gini ya gua.
“Beberapa kali Sarah ke rumah sama Cika, Abang selalu di luar kota..”
“Hehe.. biasalah Sar, cari sesuap nasi ama sekarung emas…”
“Hihihi.. si abang bisa aja”
“Emm.. kamu udah ada yang dampingi buat wisuda nanti…?” tanyaku
“Belum nih bang.. cariin dong bang..”
“Ahh, masak gadis secantik kamu belum ada pedamping..”
Aku mulai memasang jerat. Benar saja, wajah Sarah langsung memerah. aku tau bahwa Sarah ini adalah tipe gadis yang ramah, sedikit cerdas tetapi sialnya Sarah juga termasuk group penggoda, hehehehehe…
“Terus, nanti mau langsung kerja atau mau masih lanjutin sekolah Sar?” tanyaku basa basi supaya tidak terlalu ketahuan sedang menebar jerat.
“Papa bilang sih suruh lanjut ke amrik, tapi kalau aku pengennya maen dulu bang..”
“Lho disuruh sekolah kok malah maen.. belum puas main sama temen-temen..?”
“Iya nih bang, cowok aku belum tamat hahahahahaha…”
“Lho tadi bilangnya belum punya pedamping…?
Saking asiknya ngobrol, kami tau-tau udah sampai di gerbang masuk. Cika malambai-lamabai dan kemudian mendekat.
“Hai Sar, ngobrol apa aja tadi ama abangku? hati hati lho, aku kurang percaya tuh ama abagku..” ahh, sialan nih si Cika jelek-jelakan aku lagi
“Ahh nggak kok Cik.. lagian kalau aku dirayu juga bearti aku emang cantik, hehehehe…”

Aku tinggalkan mereka menuju tempat parkir. Hmm.. Sarah, aku suka banget liat wajahnya, bodinya alamak. Kulitnya yang putih mulus tampaknya dirawat dengan baik. Semasa kuliah dulu aku suka mengatakan kalau gadis-gadis seperti Sarah ini Bandung banget atau jawa banget sesuai dengan asalanya. aku sih, Kalimantan banget, hehe. Menurut istriku aku nggak ganteng-ganteng banget, yang ganteng mah si otong, hehe.. memenag istriku sekarang bukan yang pertama tapi yang terakhir juga bukan.

Selesai acara wisuda aku masih harus antar adiku Cika, ortu, istri dan kedua anakku ke restoran sunda untuk merayakan hari bahagia si Cika. Ketika tiba di parkiran, Cika memberikan hp-nya dengan berbisik. Barangkali takut di lihat sama istriku.

“Bang, sini nih, Sarah mau ngomong ama abang.. awas lho jangan rayu dia ya..” ujarnya
“Hallo.. Cika ya.. selamat ya Cik, sampai tadi lupa ngucapin selamat, hehehe…”
“Terima kasih ya bang, terima kasih banget lho jemputnya.. hmm nanti kapan-kapan, abang Sarah undang datang ya…”

Kubayangkan Sarah dengan senyum manisnya. Dia mau ngundang aku dan keluarga atau aku sendiri ya, pikirku ahak surprise. Ahh, aku yakin sarah ngundang aku sendiri nih! nggak apa-apa lah ge-er dikit.

“Oke deh, sayang…” Upsss, baru kenal aku dah bilang apa tadi? “Sayang nih… nanti ditimpuk ama istri abang lho…”
“Hehehehehe… nice to meet you Sar, salam ama keluarga ya..” kataku, yang ini agak keras agar Cika nggak curiga. Sedang istriku sibuk bermain dengan kedua anakku, jadi nggak perlu kuatir.
Ahh, sial lagi.. aku nggak sempat catat nomer hp-nya. Tapi toh nanti malam bisa liat di hp Cika kok, pikirku mulai keluar isengnya.

3 minggu setelah acara wisuda tersbut tiba-tiba aku menerima sms.

“Bang, lagi dimana nih.. sibuk nggak?? Sarah” Hah? nggak salah salah nih, pikirku.
Dengan pura-pura menahan diri, Beberapa menit kemudian baru aku jawab dengan menelpon langsung. Malu donk sms balik.
“Hai Sar, apa kabar? aku lagi di Jakarta nih.. lagi makan bareng temen di plaza senayan..” kataku.
“Nahh, itu dia.. Sarah juga lagi di Jakarta nih bang, lagi boring..”
“Lho aku pikir jadi ke Amrik” kataku sekenanya.
“Males bang, Sarah lagi di rumah sodara nih.. abang rencana pulang Bandung kapan?
“Lusa… kamu?”
“Sama, boleh dong kita pulang bareng.. Sarah naik kereta bang” busett dah, benerkan kataku, Sarah tipe penggoda.
“Emm.. gimana yaa…” kataku sok ragu, padahal pengen banget. ” Kita lihat nanti ya, Sar. Nanti sore abang telepon kamu. Eh, Cika tau nggak kalau kamu ada di Jakarta?”
“Nggak tau bang, mau Sarah kasih tau ama Cika dan istri abang?”
“Hahahaha.. bukan gitu maksudku, oke deh nanti jam 5 sore abang telepon kepastiannya ya..” kataku.

Memang kalau rejeki nggak bakal lari kemana-mana. Cepat-cepat kubereskan tugasku di Jakarta. Sebenarnya sore ini juga selesai tapi teman-teman di jakarta seperti biasa ngajak main bilyard dan karaoke. Jadi sorry friend, kali ini aku ada urusan penting, mesti cabut. Jam lima sore aku telepon Sarah. Aku tanya sedang apa, kalau boring kenapa nggak jalan-jalan bersama sodara atau teman-temanya.

“Abang nanti malam ada acara nggak? Ajakin Sarah nonton dong? katanya.
“Oke Sar,, aku takut macet, gimana kalau kita ketemuan di 21 aja?”

Singkat cerita, Sarah aku temui di 21. Sarah sudah beli tiket untuk berdua. aku nggak ingat judulnya. yang jelas begitu masuk gedung bioskop, aku gandeng tangan Sarah seperti yang diinginkannya. Sarah memulai sinyal dengan mengatakan sedang boring, ingin jalan dan sebagainya.
Kubelai rambutnya dan seperti sudah kuduga, dia merbahkan bahunya sepanjang film diputar. Nggak ada penolakan ketika jari-jari nakalku mulai mnyusup ke balik bajunya dan bh nya. Semua berjalan lancar. Sarah melenguh ketika kupilin puting susunya dan kuelus lembut perutnya. Ketika jari-jari nakalku menyusup ke sela-sela pahanya, sarah berbisik.

“Jangan di sini bang..”

Itu sudah sesuai dengan harapanku dan harapanya. aku juga sudah horny sekali ketika keluar dari bioskop. Di dalam mobil, seperti harimau kelaparan kami berciuman dengan penuh gairah. Ak suka lenguhanya, kepasarahanya jetika kuhisap puting susunya dan jari-jariku menyusup ke celah-celah kemaluanya yang sudah terbasahi oleh cairan kenikmatannya. Tubuh Sarah bergetar. Aku ingin membuatnya menjadi wanita yang sesungguhnya ketika bercinta.

“Sarah, abang pengen jilatin kemaluanmu sayang..”
“Emmhh.. terus bang, Sarah udah nggak tahannn…”

Rambut kemaluanya yang halus kusibak, klitorisnya yang udah tegang sungguh nikmat di hisap. Aromanya sungguh harum dan bentuknya tampak terawat. Tubuh Sarah sampai bergetar hebat menahan nikmat. Tangan Sarah kuarahkan meremas pisangku. Tetapi ternyata Sarah lebih suka blowjob. Pada yang sama aku tak mnyia-nyiakan kesempatan meremas toketnya yang padat dan montok. Apa boleh buat, di mobil yang sempit ini harus terjadi pertempuran yang menggairahkan. aku pastikan tak ada manusia yang melihat pertmepuran nikmat ini. Jangan sampai kepergok satpam karena bisa malu.

Hisapannya sungguh membuatku terbang melayang jauh. Tanganku tak henti meremas toketnya yang padat montok dengan puting kecoklatan yang sudah mengeras. Pada saat lain ku pilin dan kuhisap puting susunya hingga membuatnya semakin basah. Karena di jog depan terlalu sempit, aku mengajakanya pindah ke jog belakang. Sarah dengan tak sabar melepas CD hitamnya. Aku sungguh terangsang melihat wanita dengan CD hitam, sepertinya Sarah tau selera sex ku, hehe…

Sepertinya Sarah adalah tipe cewek blowjob mania karena ia terus saja mengoral penisku. Kupikir hobinya ini sejalan dengan hobiku mengoral kemaluan cewek. keberi isyarat agar ia mengambil posisi 69 dengan aku di bawah. Sarah mengangguk lemah. aku suka melihat matanya yang sayu. Buset, kemaluan si Sarah bener-bener ok, masih kelihatan garis vertikalnya dengan klitoris yang imut dan mengeras. Segera kuremas pantatnya dan kujilat perlahan paha dalamnya sebelum memasuki area kemaluannya. Sarah mendesah hingga aku makin merangsang dengan suara yang manja.

“Aaagghhh… plisss Prass.. kamu apain mahkotaku sayang, nikmat bangett!”
“Hmmmm…” cuma suara itu yang keluar dari mulutku sambil menghisap cairan kenikmatanya yang mulai banjir.

Sementara jari-jari Sarah yang lembut menggengam pisangku.

“Sayang.. Sarah nggak tahan.. Sarah mau keluar sayanggg… terusss sayangg… isep klitorisku.. ohhhh!”

Aku memang selalu ingin memuaskan para wanita yang bercinta denganku. Mneutuku ini adalah satu rahasia para wanita selalu ketagihan bercinta denganku. Perlakukanlah wanita dengan gentle, jangan egois. Mereka adalah mahkluk yang butuh perhatian dan belaian. Jangan bersikap bodoh meninggalkan mereka meraung-raung karena tak terpuaskan. Sarah tertunduk lemah namun tanganya masih menggenggam penisku yang masih tegang mengeras dan berdenyut.

Terima kasih ya bang, abang sungguh laki-laki yang baik! Sekarang Sarah pengen memuaskan abang..” nah kan, benar kan kataku, jika puas wanita sebenarnya tdk egois.

“Iya Sarah cantik, kamu istirahat dulu.. nggak usah buru-buru, kita masih punya waktu sampai besok kan?”
“Ihh, abang nakal..” katanya sambil meremas pisangku.
“Sekarang Sarah pengen lagi bang.. pengen di tusuk sama pisang abang…”
“Tapi kamu kan masih perawan sayangg..?”
“Abang kok tau sih?”
“Kan abang udah periksa tadi, hihihi…”
“Ihh.. nakal deh.. Sarah jadi malu..” katanya manja.
“Sarah, abang sayang kamu, tetapi untuk memerawani kamu abang sunnguh nggak tega…”
“Tapi kan Sarah yang mau… plisss bang… Sarah rela”
“Sarah, kalau dengan oral saja kamu bisa orgasme, ngapain harus sampai berdarah?
yang benar-benar tidak kuduga, Sarah menangis. Wahh,, kacau nih.. tapi aku tak ingin bicara lagi. Perlahan kucium bibirnya, kuusap air matanya dan benar para pembaca, gairahnya mulai bangkit lagi. Dengan lembut dikulumnya penisku. Hmm.. sungguh nikmat. Dan aku kembali mengajaknya ke posisi VW (posisi wuueennaakkk), faviritku mengerjai wanita dari belakang alias posisi 69. aku berkonsentrasi agar kali ini pejuhku dapat nyembur di mulutnya.

Tipe cewek mania blowjob adalah penyelesaian akhir harus di mulutnya. Kuhisap klitorisnya dengan lembut tetapi kuat dan itu cukup membuatnya makin menguatkan hisapanya pada pisangku. Kemaluan Sarah memang beraroma perawan, lendirnya sungguh kental dan aku senang menelannya. pisangku berdenyut-denyut seakan mau nyembur, tetapi kutahan. Aku ingin kali ini aku dan Sarah meraih orgasme bersamaan.

“Aaghhh.. Prasss… Fuck me plisss, pengen keluar sayangg.. ooogghhhh..” erangnya.

Itu adalah pertanda bahwa sebentar lagi dia akan meraih orgasme. Jadi sebenarnya orgasme bisa di ukur alias terukur. Kuperkencang hisapanku pada klitoris Sarah yang memerah sambil tanganku berusaha merai toket dan puting susunya. Kuremas kuat untuk memberi extra kenikmatan padanya.

“Ooouugghhh… Prass… Sarah keluar… oghhh.. ogghhh…” erangnya panjang.

Dan seperti yang sudah kuperhitungkan akhirnya aku juga menyemburkan spermaku dan nyembur di wajahnya. Dapat kurasakan mulut Sarah menghisap penisku dengan cepat. aku sampai sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan bagaimana perasaan nikmatku! Kupeluk dan kubelai mesra rambutnya, sambil say thanks! aku tau bahwa Sarah bakal ketagihan. aku sebenarnya ingin menceritakan lanjutan perjalanan yang menggairahkanku ke Bandung dengan Sarah.

Seluruh sensasi yang aku dan Sarah dapatkan. Ternyata Sarah juga menyukai ngesex sambilo berdiri. Di beberapa tempat kami terpaksa berhenti mencari tempat rimbun pepohonan. Sarah segera bersandar di pohon dan dengan nafas yamng memburu melepaskan celananya. Posisi yang sungguh menggairahkan. Dengan berjongkok aku hisap kemalauanya yang cepat basah itu. Kadang Sarah menungging dan kuhisap klitorisnya dari belakang.

Aku juga meraih orgasme dengan menggesek-gesek kemaluanya dengan pisangku. Percaya atau tidak bahwa Sarah masih tetap perawan sampai akhirnya di berangkat ke Amrik untuk melanjutkan sekolah.
Sekarang aku masih merindukannya. Ia masih sering mengirim sms dengan untaian kata-kata.

Loading...