Air terjun Lae Mbilulu pesona wisata alam Pakpak Bharat

93

OBJEK wisata ini telihat masih alami. Airnya yang dingin menambah kesejukan sangat mengagumkan, ibarat keindahan yang tersembunyi. Wow, ternyata air terjun itu kembar…ada dua. Sungguh mempesona…

Air terjun Lae Mbilulu, sangat cocok dikembangkan menjadi tujuan wisata. Sehingga, selain bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga menambah income bagai warga sekitar.

Tiba di Kabupaten Pakpak Bharat, lebih kurang 2 jam waktu tempuh dari Sidikalang, menelusuri tebing dan jurang serta tikungan tajam, terlihat papan nama di tepi jalan bertuliskan nama air terjun.

Air Terjun Lae Mbilulu, tepatnya di Kecamatan Tinada. Di tepi jalan kembali tampak sebuah papan nama mengarah ke kiri bertulisan “Objek Wisata Air Terjun Lae Mbilulu”. Arah jalan tersebut ternyata menuju sebuah desa bernama Desa Prongil. Di desa inilah terdapat objek wisata air terjun tersebut.

Air Terjun Lae Mbilulu ini sangat jauh dari perhatian pemerintah daerah. Tidak ada fasilitas apapun di sini. Air terjun yang sudah secara alamiah ada dan diciptakan Tuhan tidak dimanfaatkan dengan baik.

Seandainya saja dilakukan perawatan, tersedia fasilitas yang lengkap, publikasi yang tepat dan pemerintah mau peduli, maka Air Terjun Lae Mbilulu akan dikunjungi banyak wisatawan dan tentunya akan menambah pendapatan masyarakat setempat.

Awal pertama masuk menuju ke sini juga tidak ada dikutip bayaran karena memang sangat sunyi. Sungguh bisa menikmati romantisme ajakan air yang ingin bersuka ria. Suaranya seperti nyanyian malam dalam ruangan gelap diiringi kepiawaian disc jockey, yang siap mengajak berdansa.

Apalagi hewan-hewan kecil di sekitar, yang ikut memberikan back sound halus dan merdu. Daun-daun yang bergantungan pun mulai bersahutan menunjukkan keakraban mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Setelah berjam-jam di perjalanan, sekedar beristirahat, ada sebuah warung kopi milik penduduk di Desa Prongil. Melewati jalan setapak, suara gemuruh air terjun mulai terdengar sayup. Dari ujung jalan aspal desa Prongil dengan berjalan menuruni jalan setapak berlahan suara gemuruh air terjun itu mulai terdengar jelas.

Sayangnya, banyak tempat wisata pasti terdapat banyak sekali wisatawan, baik domestik maupun internasional. Namun tidak di Air Terjun Lae Mbilulu ini. Kesunyian begitu terasa, hampir tidak menemukan seorang pun yang lainnya di sini.

Setelah satu jam perjalanan dari Simpang Pengkolan Sukaramai, akhirnya tiba di lokasi. Tampak sebuah gapura usang bertuliskan nama lokasi wisata Air Terjun Lae Mbilulu ini. Sungguh jauh sekali dari kata terawat.

Butuh berjalan lagi menuruni tangga sekitar 300 meter ke bawah hingga menemukan air terjun. Suasana masih saja hening, hanya suara candaan sendiri yang paling terdengar. Hingga hampir mendekati air terjun, akhirnya menemukan beberapa pemuda sedang berfoto-foto di dekat air terjun.

Loading...