Buruan Daftar…Dewan Kesenian Sidimpuan Gelar Festival Pop Singer

M24.CO|SIDIMPUAN

Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan (DK2P), akan menggelar festival Pop Singer se-Kota Padangsidimpuan memperlombakan lagu wajib kebangsaan dan lagu pilihan pop yang disediakan panitia pelaksana kegiatan.

Pendaftaran peserta dialamatkan ke Shireen Toys, Tugu salak, Bufet Arief Simpang Gereja HKBP Kota, Kantin Gedung HM Adam Malik dan rumah ketua panitia Pop Singer DK2P, Jalan Melati Nomor 16 Padangsidimpuan tidak dipungut biaya kecuali bila anda sudah lolos audisi akan dikenakan biaya pendaftaran Rp50.000.

Saat pendaftaraan, peserta diwajibkan menunjukkan KTP Padangsidimpuan yang masih berlaku.

Kepada metro24.co, Senin (21/11),Ketua panitia pelaksana kegiatan Victor Sinaga (Mas Vic) didampingi Sekretaris Tantawi Panggabean (Gabe) mengatakan, ajang tersebut akan dimulai tanggal 20 Nopember 2016 untuk audisi dan dilanjutkan  Grand Final dari tanggal 21-22 Nopember 2016 di tempat yang sama.

“Kita akan menjaring pemenang dari juara I-VIII. Adapun hadiah yang disediakan panitia bagi pemenang I-VIII adalah tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp8,5 juta,” kata Bung victor

Adapun lagu wajib yang akan diperlombakan tambah Gabe adalah Selendang Sutra (Ismail Marzuki), Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola dan Indonesia Tanah Air Beta.

“Lagu wajib kebangsaan gendre keroncong-Pop,” ungkap Gabe. Sedang judul lagu Pilihan beraliran Pop yang akan diperlombakan yaitu Dia (Anji), Seandainya Aku Punya sayap (Geisha), Kidung (Chirsye), Lilin-Lilin Kecil (Chirsye), Bukan Rayuan Gombal (Judika) dan Jangan Hilangkan Dia (Rossa).

“Ajang ini digelar untuk menanamkan rasa nasionalisme, cinta tanah air sekaligus menyalurkan hobby dan bakat khususnya di bidang olah vokal. Kegiatan ini juga merupakan salah satu program kerja Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan Tahun 2016 yang didukung Pemko Padangsidimpuan,” ujar pria yang peduli kesenian ini (sabar)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.