Kebersihan Air Danau Toba Memprihatinkan, BODT Lakukan Pengkajian Soal KJA

96
Tobasa | Kebersihan air danau toba kini menjadi perhatian serius. Hal ini disebut akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan destinasi wisata danau toba, yang dicanangkan pemerintah menjadi destinasi wisata internasional.
Sebulan lalu, sedikitnya 500 ton ikan di KJA (Kerambah Jaring Apung) mati mendadak di Kec Bakti Raja, Kab Humbang Hasundutan.
Direktur BODT (Badan Otorita Danau Toba) Arie Prasetyo yang diwawancarai M24.co Sabtu (11/2) lalu terkait dengan maraknya KJA di kawasan danau toba, yang diyakini sebagai penyumbang limbah terbesar di danau toba mengatakan, jika saat ini pihaknya sedang melakukan study pengkajian bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, untuk menentukan sikap terhadap keberadaan KJA, termasuk Aqua Farm di danau toba.
“Kita sedang melakukan study untuk mengkaji soal KJA di Danau Toba bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,” ujar Arie Prasetyo.
Menurut Arie, nantinya hasil study itu akan menjadi acuan untuk menentukan sikap terhadap KJA, apakah akan bersifat zonasi atau zero KJA.
“Ini masih proses, tapi nantinya berdasarkan pengkajian ini kita akan menentukan apakah KJA akan kita buat sistem zonasi atau wilayah, atau mungkin akan kita bersihkan semua KJA dari danau toba ini,” ujar Arie sembari mengakui jika kebersihan danau toba memang sudah sangat memprihatinkan. (alex)
Loading...