PA Darul Yatama Pangkalanbrandan, menanti datangnya orangtua asuh

BRANDAN-M24|Setelah melaksanakan sholat, Hajires Berutu dan beberapa anak terlihat merebahkan diri di dalam ruangan masjid milik Panti Asuhan (PA) Yatama yang terletak di Jln Datuk Gg Daya, Kel Pelawi Utara, Kec Babalan, Kab Langkat, Kamis (17/5). Menunggu datangnya waktu berbuka di hari pertama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah.

Begitu mengetahui kedatangan metro24, Hajires dan teman-temannya bangkit dan menyapa. Mereka juga menyampaikan harapan dan cita-citanya di masa yang akan datang. “Saya berharap ada bapak asuh untuk membantu kami di sini. Saya ingin pintar sholat, pandai mengaji dan ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya. Saya inggin menjadi orang yang sholeh taat beribadah seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ucap Hajires.

Harapan senada disampaikan anak asuh lainnya, Budi Laksono yang merindukan pakaian layak pakai untuk merayakan Idul Fitri. “Saya berharap bagi orang-orang yang mampu dapat menyumbangkan pakaian yang layak, seperti baju sekolah. Saat Lebaran, kami ingin seperti anak-anak lain yang ada di luar sana. “Biasanya kami di sini setiap Lebaran memakai seragam batik,” kata Budi dengan senyum mengembang.

Loading...

Pengurus panti, Asmidariyani menuturkan, PA Darul Yatama berdiri sejak 27 Februari 1984. Diinisiasi tujuh orang, Alm H Aminuddin Tanjung BA, Alm H Adam Adi, Alm Hasan Asbi, Almh Hj Sari Banun, Alm Aininuddin Us, H Zainal Abidin dan H Sukiman.

Memanfaatkan lahan sekitar dua hektar, panti dilengkapi perkantoran, dua ruang tidur, satu ruang makan, masjid, gedung sekolah, kamar mandi dan ruang belajar. Dulunya PA Darul Yatama ini menampung 80 anak yatim maupun fakir miskin dari Medan, Karo, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Aceh dan di luar Sumatera.

“Namun, awal 2018, hanya ada 35 anak yang diasuh di Darul Yatama ini,” ucap Asmidariyani yang telah 20 tahun mengabdi di panti tersebut.

Penurunan jumlah anak asuh tersebut, ungkap Asmidariyani tak lepas dari kurangnya perlengkapan sekolah untuk penghuni panti. Selain itu, setiap Bulan Ramadhan, anak-anak panti kekurangan buah-buahan. Meskipun untuk kebutuhan pangan sehari-hari, mereka tak kekurangan.

“Kami sangan kesulitan jika di Bulan Ramadhan, anak-anak jarang makan buah-buahan. Anak-anak juga sangat butuh pakain dan sepatu sekolah, Al Quran dan buku Iqrak untuk mereka baca,” tutur Asmidariyani.

Pun dengan segala kekurangan itu, lanjutnya, anak-anak tetap semangat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan. Selain sholat lima waktu, pihaknya juga melaksanakan Tadarus, Hataman Al Quran juga kegiatan belajar mengajar.

Seperti halnya Hajires Berutu dan Budi Laksono, Asmidariyani juga berharap ada darmawan yang bersedia menjadi orangtua asuh. Membantu mewujudkan semua impian anak-anak asuh yang nantinya menjadi kontribusi terhadap pembangunan di Pangkalanbrandan, Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya. (Penulis: Rudi)

Loading...