85 kata, inilah bunyi mantera pelaris dagang

34

Dedi-Rel| DUNIA dagang tidak selamanya aman. Itu karena ada saja orang yang iri. Tidak sedikit orang yang sakit hati jika melihat ada orang sukses atau mendapatkan kebahagiaan. Karena sakit hati, ada yang berniat menyakiti, baik secara gaib, secara fisik, terutama soal ekonominya. Nah, untuk mengantisipasi hal-hal negatif itu, niaga -apa pun bentuknya- membutuhkan perisai keselamatan secara gaib. Ini referensi soal itu.

Nasrul bukanlah dukun. Laki 43 tahun itu pemilik sebuah rumah makan di bilangan Jalan Krakatau, Medan. Pun bukan paranormal, ayah 4 anak itu dikenal sebagai pecinta dunia gaib. Karena itu, banyak sudah ritual yang pernah dijalaninya.

“Bagi orang-orang pecinta dunia gaib, biasanya tentu akan memburu ilmu mata batin. Karena itulah ilmu yang menjadi mustikanya dunia spiritual. Tapi sungguh, saya belum sampai ke situ,” kata Nasrul saat ditemui di rumahnya, kawasan Jalan Jati, Pulo Brayan Bengkel, Medan, Senin (14/5) malam.

Lalu apakah yang disebut ilmu batin itu? “Ini menurut yang saya tahu dari Abah ya,” Nasrul coba menjawab. “Ilmu batin adalah ilmu ketajaman mata batin. Ilmu untuk melihat hal-hal gaib. Makhluk gaib, benda gaib, penyakit gaib, pasukan gaib, khadam gaib, saudara gaib, dan hal-hal gaib lainnya.” Pengusaha yang mengaku telah sering menggelar ritual panduan Abah Rahman itu terus bercerita.

“Orang yang tertarik dengan ilmu batin adalah mereka yang menaruh perhatian pada dunia gaib. Seperti ilmu kadigdayaan. Ilmu membaca karakter. Melihat masa depan. Suwuk menyuwuk. Membuat pagar gaib. Pengasihan, pelarisan dagang, dan banyak lagi cabangnya. Saya tahu dasar-dasar soal pengetahuan itu ya dari Abah. Ya, keahlian dapat melihat alam gaib memang merupakan mahkotanya perdukunan. Karena itulah, saya salut dengan kemampuan Abah meneropong alam maya itu.”

Begitulah. Dan hobi tentang kegaiban itu pula yang membuat usaha rumah makan Nasrul yang pernah nyaris bangkrut malah jadi meroket. Kini omset rumah makannya dalam sebulan hampir menembus Rp1 miliar. Tapi dunia spiritual tak mengajarkan Nasrul hidup ego.

“Anda-anda yang usaha atau dagangnya tengah seret, kalau berminat coba catat mantera ini. Semuanya 85 kata, dan setiap kata memiliki energi yang luar biasa. Amalan ini yang telah saya buktikan keampuhannya,” ucap Nasrul. Ini bunyi mantera pelaris dagang itu.

“Ingsun Amatak Ajiku Si Cinde Amoh, Sirig-Sirig, Ubed-Ubed Sabuk Clono Cinde Amoh, Rontang-Ranting Saluwir Tinutupan Wulan Purnomo Srengenge Hewu, Hewu, Hewu, Iyo Ingsun Kang Abadan Wesi Kuning, Angrasuk Sariro Sulaiman Kasekteningsun, Sisutek Ingsun, Adam Atiningsun, Brahim Nyawaningsun, Isa Napasingsun, Ya ‘kup Karsaningsun, Musa Lesaningsun, Dawud Swaraningsun, Sahabat Papat Daging Getih Lan Balunginsun, Ayub Ususingsun, Yunus Ototingsun, Nuh Jantungingsun, Idris Rambut Wuluningsun, Wus Pepak Jumeneng Sariro, Sakehing Teluh Tuju, Tenung Berojo, Cokro, Curigo, Watang Limpung, Bedil Mriyem Narantoko Orang Tumeko, Ajur Amoh Ting Saluwir Tanpa Bahyo.”

“Didasari kepercayaan yang tinggi, hafalkan lalu ucapkan mantera itu setiap tengah malam. Ya minimal 100 kali atau sebanyak-banyaknya hingga waktu matahari terbit pada keesokan harinya. Tapi itu pun belum bisa langsung Anda praktekkan. Soalnya, sebelumnya, energi dari mantera itu harus diisi lewat tirakat atau laku ritual bersama Abah. Kalau yakin, gak susah kok. Coba datangi beliau. Cari Abah di petilasan Puteri Hijau di Delitua,” saran Nasrul. (***)

Loading...