Abah Rahman soal rahasia seorang pengusaha di Medan

25

MEDAN-M24 | ‘Dulu Masih Miskin, Istrinya Masih Satu’ ! MENJELANG Lebaran gini, rumah jasa jahit menjadi salah satu jenis usaha yang memanen rezeki. RM (52), adalah salah satu pengusaha rumah jahit yang saat ini kembali ketiban order berlimpah. Di Medan, produk dari usaha jahit RM menjadi salah satu brand terkenal. Inilah kisah rahasia kesuksesannya.

Tak banyak yang tahu sebuah rumah mewah itu adalah milik seorang pengusaha rumah jahit. Itulah rumah RM. Tak hanya mentereng dari luar, isi rumah itu bahkan bak istana kristal. RM memang dikenal hobi mengoleksi kristal. Di lantai dua rumah itu, ratusan barang berupa kristal, batu giok serta logam berharga berserakan. Bagaimana kisah RM memperoleh kekayaan yang melimpah ruah itu?

Datang ke Medan dari tanah kelahirannya, Sumatera Barat, RM awalnya bukanlah orang kaya. Pertama kali datang ke Medan, RM memang langsung memulai usahanya dengan membuka rumah jahit. Dia membuka toko kecil. Usaha RM awalnya tak berjalan dengan lancar. RM pun menempuh segala cara, termasuk mendatangi orang pintar.

Ceritanya, RM dulu rajin mengunjungi dukun itu di kawasan Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara. Membawa kemenyan dan minyak wangi, RM datang bersama istrinya. Mereka datang ketika Maghrib dan sampai menginap. Sang dukun pun membakar kemenyan dan memantrai minyak wangi yang dibawa RM. Di Delitua atau Medan sekitarnya, sosok yang didatangi RM itu memang dikenal sebagai orang pintar yang dapat membantu usaha orang secara gaib, lewat ajian pelaris.

“Saya mintanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa lewat gaib,” kata Abah Rahman, sang orang pintar di balik kisah sukses RM. Sosok bertubuh subur ini memang dikenal sebagai spiritualis yang tak kenal lelah dalam melakukan ritual. Dimulai waktu senja dan berakhir hingga jelang Subuh pun Semua itu dilakoni berdasarkan pesanan dari para pemburu keberkahan yang datang kepadanya. Lalu bagaimana kiranya Abah Rahman melakukan ritual untuk RM yang pernah menjadi pasiennya? Ditemui di pertapaannya di Pancur Gading, Delitua, Minggu (20/5/2018) sore, berikut hasil wawancara wartawan (W) Anda dengan paranormal ini.

W : Sejauh mana Abah mengenal sosok RM?

Abah : Saya mengenal dia pertama kali tahun 2014. Waktu dia sudah ngebuka jahitan di toko yang sekarang. Ya kalau ke sini dia cuma minta pelarisan aja, biar tempat jahitannya rame, udah itu aja sih nggak ada lagi.

W : Sampai tahun berapa dia ke sini?

Abah : Ya dari tahun 2014 sampai 2017, sekarang ya masih datang ke sini, tapi sesekali, orang dia udah sukses.

W : Seintens apa dia dulu datang ke sini?

Abah : Ya kalau jahitannya lagi sepi aja dia ke sini biar rame gitu, terkadang seminggu sekali, terkadang juga sampai 2 bulan dia nggak datang. Kalau dia gak datang gitu pasti jahitannya lagi rame.

W : Memang untuk pelarisan usaha dia, ritual seperti apa yang Abah lakukan ?

Abah : Ya seperti para pasien saya yang lain. Kalau dia dulu ke sini ya selalu bawa bunga, air sama minyak. Bunganya saya suruh buat campuran air terus dibuat mandi, airnya saya suruh nebarin di sekitar tempat dia ngebuka jahitan, terus minyaknya saya suruh ngolesin ke mesin jahitnya.

W : Itu fungsinya untuk apa?

Abah : Ya kalau bunga itu, buat dia disegani sama orang-orang. Kalau air yang ditebari itu gunanya biar tempatnya aman dari gangguan orang-orang jahat sama hal-hal gaib. Terus minyak ya gunanya biar hasil jahitannya bagus, kalau bagus kan banyak yang datang ntar.

W : Apakah keberhasilan usaha dia sekarang memang karena ritual itu?

Abah : Ya iya la. Mesin jahit yang dulunya dia cuma punya 2, sejak ritual awalnya nambah jadi 6. Dan terus berkembanglah sejak (ngikuti ritual).

W : Pertemuan dengan dia sendiri awalnya seperti apa?

Abah : Ya dulu pertama kali dia datang ke sini bersama Fendi. Kalau Fendi memang dulu sering ke sini. Dari cerita Fendi kepada saya, dulu dia nanya ke Fendi, di mana tempatnya orang pinter yang bisa majuin usahanya, ya sama si Fendi trus dibawa ke sini.

W : Kondisi dia saat pertama kali ke sini seperti apa?

Abah : Ya masih miskin, masih kere…kan namanya juga masih tukang jahit terbilang merintis. Waktu itu juga istrinya baru satu. Ya dulu dia belum seperti sekarangla istrinya sudah 3, mentang-mentang udah kaya dia.

W : Berarti yang membuat dia yang dulu miskin dan sekarang menjadi kaya Abahlah orangnya, ya?

Abah : O, bukan. Bukan saya. Tapi Tuhan Yang Kuasa yang membuat usahanya menjadi maju pesat seperti sekarang. Untuk semua pasien yang ingin
pelaris usahanya, saya selalu meminta rezeki ‘dari langit’ untuk mereka itu ya lewat ritual menemui Eyang Gaib.

W : Eyang Gaib? Siapa itu? Sejenis jin?

Abah : Nggak. Dia itu semacam orang alus gitu. Dia (Eyang Gaib) kalau di dunianya (gaib) sana memang suka nolong orang, kalau ada sebangsanya yang sakit, ya datangnya ya sama dia. Kalau dagang, dia bisa ngeramein gitu. Bang … (Abah Rahman menyebut nama lengkap RM) salah seorang yang telah mengakui soal itu. (Dedi-Rel)

Loading...