Air terjun Lae Pandaroh berubah merah saat hujan

Fajar-Sidikalang | Kabupaten Dairi yang beribukota Sidikalang, adalah wilayah di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan hasil bumi dan pariwisatanya. Salah satunya Air Terjun Lae Pendaroh yang terletak di Bukit Sitinjo.

Tak seperti lokasi air terjun yang berada di pedalaman dan membutuhkan usaha untuk mencapainya, Air Terjun Lae Pendaroh justru berada persis di pinggir jalan lintas provinsi yang menghubungkan Sidikalang dengan Brastagi. Tepatnya di tebing perbukitan Taman Wisata Iman (TWI) Dairi. Karenanya, sangat mudah untuk menyaksikannya.

Dengan pengelolaan yang baik dari Pemerintah Kabupaten Dairi, air terjun ini pun jadi salah satu unggulan selain Kopi Sidikalangnya. Dengan air yang langsung jatuh dan menyatu ke sungai ditambah hutan yang masih lebat dan asri, lokasi ini kerap dijadikan lokasi beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Pemandangan yang ditawarkan juga sangat menarik bagi pecinta fotografi khususnya.

Loading...

Air terjun setinggi tiga meter dengan aliran air langsung menuju kawasan Lau Renun ini juga cocok dijadikan sebagai lokasi arung jeram (rafting). Namun, derasnya debit air Lae Pendaroh memaksa pengunjung untuk berhati-hati menyusuri air terjun tujuh tingkat ini. Terutama di sepanjang aliran Sungai Lau Renun.

Terlebih dari itu, keunikan air terjun ini terletak pada airnya. Seperti nama Lae Pendaroh yang berarti darah, air di lokasi ini kerap berobah menjadi warna merah darah. Biasanya fenomena itu terjadi saat turun hujan. Kok bisa…..

 

Loading...