Buku antik yang menyeramkan

Halo Namaku Andi. Saya adalah seorang pelajar yang menyukai pelajaran dan senang membaca buku. Karena hobi membaca buku ini saya akhirnya menemukan pengalaman aneh. Ini menjadi sebuah cerita mistis yang menyelimuti otakku sampai sekarang.

Waktu itu saya berniat membeli buku baru. Saya mendatangi sebuah toko buku di pinggiran kota. Toko tersebut sangat tua. Ternyata di situ juga menjual buku antik. Sang penjual itu seorang kakek-kakek, yang kelihatannya berumur antara 65-70 tahun. Ada sebuah buku yang menarik perhatian saya. Buku ini lumayan besar dengan ketebalan sekitar 700-1000 halaman. Warnanya keemasan dan juga ada fungsi pengunci, membuat saya sangat berminat. Akhirnya saya memutuskan membeli buku tersebut.

Buku itu kelihatan mewah dan antik. Keesokan harinya saya membawa ke sekolah. Teman-teman pada penasaran dengan buku tersebut. Rola juga menghampiri, “Ini bukumu?”. “Ya,” jawabku.

Loading...

Dia meminjam buku. Keesokan harinya ketika mengembalikan buku, Rola mengatakan dia mengalami mimpi buruk. Dia didatangi roh jahat.

Saya tidak yakin ini ada hubungannya dengan buku. Saya pun membawa pulang buku antikku…

Jam 12 malam saya terbangun.

Buku tersebut dalam keadaan terbuka. Seingat saya, saya sudah menguncinya tadi di sekolah. Akhirnya saya memutuskan menutup buku dan menguncinya kembali. Lalu kembali ke kasur…

Keesokan siang hari, setelah saya pulang dari sekolah saya kembali melihat buku itu terbuka kembali. Kali ini tidak hanya terbuka, buku itu ada noda darah. Saya tidak tahu apakah sudah ada dari dulu atau sebelumnya. Halaman yang sedang terbuka adalah halaman 666. Saya mulai merasa tidak enak. Tetapi saya tidak terlalu memikirkannya.

Pukul 12 tengah malam. Dan saya kembali terbangun lagi. Seorang wanita bergaun putih di era tahun 30an berdiri di depan buku kuno itu. Saya mengumpulkan segenap keberanian dan menghardik siapa itu.

Sosok itu tidak membalasku. Dia berjalan mendekati buku itu. “Du wirst sterben,” bisik dia.

Dia berbahasa asing. Sepertinya bahasa Jerman. Sambil tetap membelakangiku menatap buku yang saya letakkan di meja belajarku, dia lanjut, “Nich wieder lange.”

Tiba-tiba dia menoleh ke arahku. Wajahnya hancur. Tidak terlihat mata, hanya dua lubang sebagai gantinya. Dia langsung menuju ke arahku! Saya buru-buru mengambil barang yang kebetulan ada di kasurku dan melempar ke arahnya. Tetapi percuma. Dia berjalan dan kami hanya terpaut beberapa centimeter, dan saya akhirnya pun tidak sadar lagi apa yang terjadi selanjutnya.

Keesokan harinya saya siuman di rumah sakit. Ibu mencoba membangunkan aku, tetapi tidak bisa sehingga saya buru-buru dibawa ke rumah sakit. Tetapi dokter tidak menemukan penyebab pasti. Dia mengatakan mungkin saya kecapekan. Karena tidak ada yang abnormal di tubuhku. Dokter pun membolehkan saya pulang.

Sesampai di rumah saya pun buru-buru ke kamarku dan melihat buku antik yang masih ada di mejaku itu. Saya langsung membawanya ke perkarangan rumah. Tidak lupa mengambil minyak tanah, menyiramkan buku antik itu. Terakhir menyalakan korek api dan membakar buku terkutuk itu. Terdengar suara mengerikan yang muncul dari kobaran api. Saya bergidik. Namun saya tidak peduli.

Suara yang muncul itu bukan suara berasal dari dunia ini. Saya tidak mampu mendeskripsikannya. Tetapi saya yakin membakar buku ini akan menyelesaikan gangguan yang dialamiku. Biarlah kamu kembali ke alammu sana! Batinku dalam hati.

Saya pun berjalan masuk ke rumah kembali namun tiba-tiba… “Ich werde kommen,” bisik suara di telingaku.(ceritamistis)

Loading...