Cerita dibalik sumur angker di Nusakambangan

34

M24.CO|Benteng Karang Bolong di Nusakambangan Timur, Cilacap, Jawa Tengah menyimpan berbagai cerita misteri yang bikin merinding. Konon, benteng peninggalan Belanda itu dulunya punya sumur tempat pembantaian pekerja paksa.

Rombongan turing Honda Smart Adventure sempat ditantang untuk melongok wisata sejarah yang penuh misteri itu. Untuk masuk ke benteng itu, Smart Rider-panggilan rider di turing Honda Smart Adventure- harus menumpangi perahu dari Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah.

Perjalanan dari Teluk Penyu ke Pulau Nusakambangan Timur ditempuh selama sekitar 15 menit.

Sesampainya di benteng, kesan angker sudah terasa. Masuk ke gerbang bentengnya saja sudah bikin merinding. Tapi itu belum ada apa-apanya. Benteng Karang Bolong yang berdiri sejak tahun 1716 ini terdiri dari beberapa bangunan yang tersebar. Benteng tersebut punya ruangan barak prajurit, ruang tahanan, ruangan logistik, bangunan pengintai, gudang amunisi, tempat meriam, aula dan ruang absen untuk para prajurit Belanda.

Usai melewati gerbang, rombongan harus naik ke bangunan utama benteng. Di sana, ada tempat pembantaian pekerja paksa. Konon, saat masa penjajahan dulu, pekerja paksa yang sudah tua dan sakit-sakitan sehingga tidak sanggup lagi untuk bekerja langsung dibantai, bukannya diobati.

“Jadi pembantaiannya itu pekerja kita dilemparin langsung diberondong peluru dari atas,” kata Pak Karebet selaku tour guide tim Honda Smart Adventure yang dilansir detik.com 31 Mei 2015 lalu.

Mayatnya ada yang langsung dikubur, ada juga yang dimasukkan ke dalam sumur yang terpisah dari benteng. Sumur itu berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk benteng. Tapi, pengunjung tidak dibolehkan untuk mendekati sumur itu. Pak Karebet tak mau memberi tahu alasannya. Saya hanya dibolehkan untuk meengambil gambar sumur itu.

Ada lagi yang lebih seram di benteng ini. Menurut Pak Karebet, ruang absen di benteng ini percaya tidak percaya paling banyak makhluk astralnya. Makanya, pengunjung tidak ada yang dibolehkan masuk ke ruang absen.

“Ruang absen enggak boleh masuk. Yang sudah-sudah banyak yang kayak kesurupan gitu. Banyak astralnya, percaya enggak percaya,” katanya.

Untuk berkunjung ke benteng ini, traveler dilarang teriak-teriak dan berbicara kasar. Kata Pak Eko Kristianto sebagai tour guide yang menemani Pak Karebet, yang penting kita harus sopan.

“Namanya kayak gini ya enggak boleh sembarangan. Yang penting kita sopan, menghormati. Kepercayaan dari masing-masing pribadi. Yang namanya alam kan ada 2 ya,” kata Pak Eko.

Setelah melihat-lihat dan ‘menguji nyali’ Anda juga bisa langsung menghibur diri di Pantai Pasir Putih Karang Bolong. Hanya turun sedikit dari benteng, pantai nan indah itu sudah terlihat.

Para Smart Rider pun tak mau membuang kesempatan. Mereka langsung selfie berlatarkan pantai dengan ombak yang bergejolak.

Oh ya, untuk berwisata ke benteng ini, pengunjung harus sudah kembali pukul 17.00 WIB. Soalnya, benteng di yang dikelilingi hutan ini masih banyak binatang buasnya. Di sana, ada macan kumbang dan beberapa hewan liar lainnya.

“Pengunjung jam 5 sore harus turun, kawasan ini harus steril. Ya karena yang pertama gelap, kedua binatang-binatang pada turun. Ya kita cari amannya aja,” kata Pak Eko.

Loading...