Geger!! 6 Tahun Anak Ditiduri Genderuwo, Mamak Seranjang Dengan Makhluk Bersisik Ular

905
rumah anak dan mamaknya yang tidur sama mahluk halus (metro24/yanfebri)

M24.CO|PAGAR MERBAU
Kejadian mistis membalut kasus pencabulan yang dialami Gadis (16). Selama 6 tahun ia dipaksa melayani nafsu bejat yang konon dilakukan Agus Samah (41), ayah tirinya. Di balik dugaan kasus asusila itu, ternyata ibu korban, Liswati (41), juga sering disambangi makhluk gaib. Wujudnya bersisik. Suara desisan ular pun kerap mengiringi lelapnya Liswati di atas ranjang. Ssshhh….

Sosok dan latar belakang Agus Samah, ayah tiri yang dituduh telah mencabuli Gadis (nama samaran, red) selama 6 tahun, coba ditelusuri kru M24. Agus, sebagaimana penuturan, istrinya, Liswati, konon menuntut ilmu hitam lantaran pernah sakit hati terhadap seorang perempuan yang menjadi idolanya saat masih sekolah.

Untuk mengungkap siapa sebenarnya Agus Samah, kru M24 menyambangi kediaman Liswati di Dusun Utama Desa Jati Baru Kec Pagar Merbau, Kab Deliserdang, Minggu (9/10/2016).

Setibanya di rumah permanen yang di sisi kiri dan kanan ada lokasi kilang pembakaran batu bata itu, seorang wanita keluar dari dalam rumah. Wanita bertubuh langsing berkaos lengan panjang bercorak garis merah itu tak lain Liswati alias Lis, istri Agus Samah.

Dengan ramah Lis menyambut kedatangan kru M24. Sungguh mencengangkan, cerita yang diungkap ibu tiga anak ini. Lis bilang, selama 2 tahun berumah tangga, ia masih belum bisa mengenal bagaimana sosok pribadi Agus.

“Awalnya, aku kenal dia (Agus Samah, red) saat masih tinggal menumpang di rumah kakak. Kakakku ngontrak rumah di Desa Tanjung Mulia, Kec Pagar Merbau. Suatu malam, aku bermimpi bertemu dia, padahal sebelumnya gak pernah kenal. Eh besoknya, kok malah ketemu dia,” ujar Lis membuka kisah.

Mereka pun berkenalan. Hanya sepekan setelah perkenalan itu, Lis dan Agus menikah. Jadi sekitar 8 tahun kini mereka sudah berumah tangga. “Kami menikah saat pemilihan Bupati Deliserdang yang dimenangkan alamarhum Bapak Amri Tambunan,”sebut Lis.

Sejak menikah dengan Agus, barulah Lis coba mengenal dekat siapa sosok pria yang jadi suaminya itu. “Dia bercerita jika dirinya lebih senang berkelana ke daerah-daerah pelosok atau pedesaan. Tapi aku gak pernah tau apa yang dikerjakan suamiku itu saat berkelana. Dia bilang, sudah merantau ke seluruh provinsi di pulau Jawa. Dia senang merantau,” ujar Lis.

Hobi Agus yang suka berkelana tentu saja menimbulkan pertanyaan dalam hati Lis. “Pas kutanya sudah berapa kali menikah, dia bilang sudah 9 kali. Semuanya dengan gadis. Jadi aku ini merupakan istri yang ke-10,” bilang Lis lagi.

Penuturan Lis ini bertolak belakang dengan pengakuan Agus saat disambangi kru M24 di Lapas Lubukpakam, Sabtu (8/10). Agus mengaku menikah 6 kali dan Lis merupakan istri keenam. “Sembilan istrinya semua perawan, hanya aku yang janda beranak tiga,” ungkap Lis.

Liswati melanjutkan, 9 istri Agus yang terdahulu ditinggal begitu saja karena tidak mau mematuhi aturan yang diterapkannya. Tapi Lis tidak tahu pasti aturan apa dan bagaimana kemauan Agus. “Dia tidak pernah mau terbuka soal aturan dimaksud. Tapi dia itu belajar ilmu agama, dia pintar berceramah. Kalo di kampung ini dia tergolong baik dan dikenal alim,” imbuhnya.

Keanehan memang dirasakan oleh Lisw selama berumahtangga dengan Agus. “Setiap tidur aku selalu didatangi oleh makhluk gaib. Makhluk itu seperti menindihku. Bahkan suara seperti desisan ular sering terdengar dalam kamar tidur, kamar mandi dan di atas atap rumah. Suara desis ular kedengaran tapi ularnya gak nampak. Kadang tempat tidurpun goyang sendiri sehingga aku sering merinding,” ujar Lis lagi.

Kejadian aneh dan keganjilan itu kerap dirasakan Lis saat masih bertempat tinggal di Desa Tanjung Mulia, bahkan hingga pindah ke Desa Jati Baru sejak 5 tahun lalu. “Suatu malam, aku bermimpi didatangi seorang kakek bersorban putih. Kakek itu menyuruhku untuk melihat ular yang ada dalam tubuh suamiku. Si kakek berpesan jika orang awam tidak bakal bisa melihat ular yang melilit dalam tubuh suamiku. Jenis ularnya seperti ular kobra. Ular itu seperti mau mematuk kepala bagian depan dan dada Agus. Sementrara ekornya melilit tembus hingga ke punggung suamiku,” beber Lis.

Mimpi itu karuan membuat Lis makin penasaran hingga ia bertanya kepada Agus. “Kutanyakan soal ular kobra yang menempel dalam tubuhnya, tapi dia diam membisu,” kara Lis.

Walau enggan menjawab, belakangan soal ular dalam tubuh Agus pun akhirnya terjawab. Dalam sekali sebulan, kulit punggung Agus bersisik, seperti ular mau tukar sisik. “Malah akupun yang mengopekin sisik kulit ular itu dari punggungnya,” ungkap Lis.

Dari situlah, Agus akhirnya buka mulut jika dia pernah sakit hati terhadap cewek satu sekolahnya. Ketika itu siswa laki-laki bertaruh, siapa yang bisa menggaet primadona sekolah mereka itu, akan ditraktir makan. Agus coba mendekati cewek itu, tapi si cewek malah buang ludah. Lalu Agus mengambil air ludah si cewek. “Cewek itu tidak mau karena dia orang baik-baik,” kata Lis.

Disinggung siapa guru Agus, wanita berambut pendek ini tidak tahu pasti. Tapi sebagaima pengakuan Agus kepada Lis, jika sang guru sudah meninggal dunia dan tidak ada yang bisa mengobati Agus, terutama soal sisik yang keluar dari punggungnya.

“Paranormal bernama Nanang pernah mengobatinya. Nanang mengatakan jika Agus ada memelihara ular. Nanang bahkan gak sanggup mengobati Agus. Makanya, Agus pun pernah ngomong jika yang terjadi pada diri korban (Gadis, red) bukan dia yang melakukannya. Kalian pikir aku, gitu dia bilang,” kata Lis menirukan ucapan Agus.

Selain itu, ujar Lis, istri Biran (teman Agus, red) juga pernah kesurupan saat tidur-tiduran. “Istri si Biran tiba-tiba kesurupan, mendesis seperti ular. Lalu si Biran pun menjumpai Agus yang sedang berada di warung. Si Biran bilang, jika ular peliharaan Agus telah mengganggu istrinya. Lantas Agus melakukan dzikir hingga muntah darah…,” cetus Lis lagi.

Walaupun dari semua keganjilan dan kejadian aneh yang mengiringi kehidupan rumah tangga Lis, yang tak bisa diterimanya adalah perbuatan Agus yang tega menggauli putrinya, Gadis. “Sampai sekarang, aku tetap yakin kalo yang berbuat itu adalah dia (Agus, red). Apalagi dia melakukannya sejak anakku kelas III SD hingga kelas III SMP,” kata Liswati mengakhiri cerita sembari mengaku sedang menunggu proses kasus pencabulan Gadis, termasuk hasil visum terkait keperawanan korban. (metro24/yan febri)

Loading...