Laris manis! Ada pasukan gaib di balik foto ‘Bakso Mas Tris’

52

Rel-Dedi | Anda tentu pernah masuk rumah makan Padang. Ingat foto lelaki tua berkopiah hitam miring ke kanan, berbelit sarung kotak-kotak di leher, dan berjenggot putih panjang yang terpajang di banyak tempat usaha orang Minangkabau itu? Nah, seperti tuah foto Ungku Saliah yang menjadi jimat pedagang Minang ternyata juga dimiliki sekalangan pengusaha warung makan, salon, dan toko kelontong di Medan sekitarnya.

Ny Marni (44), toke grosir di Jalan Lintas Medan Binjai, adalah satu di antara itu. Seperti sosok Ungku Saliah yang terpajang dalam figura hitam putih, Marni pun memajang foto jimat usahanya. Bukan gambar seseorang, tapi itu foto grosir usahanya. Di foto bingkai yang dipajang di dinding belakang meja (laci) uang grosirnya itu tampak seabreg barang dagangannya. Dari tumpukan slop isi rokok beragam merek, makanan ringan, minuman, sampai Sembako.

Pun tampak biasa, menurutnya, sugesti dari foto itu terbukti ampuh memotifasinya untuk bekerja lebih keras dan giat hingga tanpa disadari telah meningkatkan pendapatan dari usaha grosirnya. “Hasil nyata dari kekuatan khodam yang mengisi foto itu memang tidak cepat seperti membalikkan telapak tangan. Tetapi perubahannya memang tidak terasa. Tahu-tahu (grosir) berubah (semakin laris), berubah hingga kondisi perekonomian saya dan keluarga sekarang berbalik 180 derajat. Khodam itu memang terbukti telah menarik banyak orang untuk belanja di grosir saya,” bebernya, sumringah.

“Padahal, hampir setahun lalu,” sambungnya, “saya pusing bukan main. Sudahlah grosir semakin sepi (pembeli), saya pun berutang Rp150 juta. Dikejar-kejar tukang tagih!” Pengakuan tak jauh beda juga datang dari Tris (48). Lengkapnya Sutrisno. Ini teman suami Ny Marni. Mas Tris adalah pemilik warung bakso ramai pembeli di kawasan Medan.

Menurutnya, omset belasan juta rupiah per hari yang belakangan ini diraihnya terjadi setelah menggelar sebuah ritual gaib lalu dinding warung sederhananya dipajang foto dirinya bergaya di tempat usahanya itu. “Saat (sebelumnya) usaha ini seret dan dikelilingi utang, saya bahkan sempat terpikir bunuh diri, bener, Mas! Tapi sekarang, selain membuat omset drastis naik dan tak ada lagi problem utang, (tuah) foto itu juga selalu membuat perasaan saya tenang, seperti terlindungi,” jelasnya, ditemui di warung baksonya, di sela para pembeli yang terus datang silih berganti.

“Dalam hidup ini kita memang tidak bisa terhindar dari kedengkian atau rasa benci dari orang lain. Entah itu terjadi karena perbuatan kita, kekayaan yang kita miliki, ataupun karena hal-hal yang tidak kita sadari. Bisa juga karena memang sifat iri dari orang yang membenci kita. Mereka bisa melakukan berbagai macam hal, dari fitnah sampai melakukan hal-hal yang bersifat gaib untuk mengganggu kita atau usaha kita,” imbuhnya, bernada ceramah. Toke bakso itu ternyata meyakini, kesialan usahanya di bulan-bulan berlalu terjadi karena dirusak seseorang lewat jalan mistik.

Nah, usut punya usut, adalah Abah Rahman awal kisah muasal jimat ‘foto dagang’ Ny Marni dan Mas Tris. Dalam kancah paranormal di Medan sekitarnya, Abah Rahman memang dikenal sebagai salah satu gudang soal ngelmu kerezekian dan pelarisan. Dua kekuatan langit itu didapatnya karena gemar sowan ke banyak makam keramat. Dan seperti banyak orang menziarahi makam Ungku Saliah di Koreng Lareh Nan Panjang Nagari Sungai Sariak, Pariaman, Sumatera Barat, Abah Rahman pun punya sejumlah rujukan gaib senada.

Minus 5 pusara keramat lain, 2 makam tokoh alim dan sakti di Patumbak, Deliserdang, diketahui telah menjadi bukti ampuh sebagai tempatnya mendapatkan tuah pelarisan. “Semua kegagalan dalam berdagang atau bisnis itu terjadi karena adanya sengkala,” kata Abah Rahman, ditemui wartawan Anda lain tempo di pemandian Puteri Hijau di Delitua, Deliserdang (Sumatera Utara). Sengkala adalah rintangan hidup manusia. Ini efek aura hitam dalam tubuh seseorang hingga membuatnya menderita lahir batin.

“Sengkala itu seperti kabut gelap. Ia menyelimuti diri. Itulah yang kemudian membuat rezeki menjadi seret, bisnis macet, usaha dibuntu orang, utang menumpuk,” jelasnya. Cenayang itu bercerita. Dalam dunia dagang, sengkala muncul lewat beragam celah. Ada sengkala yang sudah dibawa sejak seseorang lahir. “Itu biasanya akibat perbuatan jelek bapak atau ibu ketika orang atau katakanlah si pedagang itu dalam kandungan,” jelas Abah Rahman. Ada juga sengkala akibat perbuatan tidak baik kepada orang lain di masa sekarang.

“Nah,” sambungnya lagi, “ada pula sengkala yang sengaja dilakukan orang dengan tujuan jahat karena bermusuhan dengan kita. Itulah yang kemarin-kemarin dialami Mas Tris, yang baru Anda temui.” “Lalu bagaimana cara melenyapkan sengkala dalam dagang?” todong si wartawan.

“Oo, Anda juga punya usaha dan lagi seret? Berikan saya foto tempat atau warung usaha itu. Dari hasil ritual di makam (keramat), foto usaha itu nanti telah berisikan khodam atau pasukan gaib. Dan sejak itu pula, khodam di balik foto itu mulai bekerja, dia memikat, menarik kedatangan banyak pembeli, menderaskan rezeki. Rezeki akan mengalir terus dari berbagai arah. Yang awalnya buntung menjadi untung. Mana fotonya?” Giliran sang wartawan yang ditantang Abah Rahman.

Loading...