Makam Keramat Datuk Banjir dan Nyi Roro Kidul di Lubang Buaya

142

JAKARTA|Sebuah ranjang lengkap dengan aksesorisnya teronggok dalam kamar. Dalam ruangan berukuran 2X3 meter itu, terdapat kasur, sprei, juga kelambu berkelir putih menyelimuti tempat tidur besi biru.

Di bawah tempat tidur itu, disebut ada makam Datuk Banjir, orang sakti zaman Belanda. Datuk Banjir juga diakui sebagai sosok penyemat nama Lubang Buaya untuk kawasan di Jakarta Timur, tempat makam ini berada.

Memasuki ruangan makam Datuk Banjir, nuansa mistis sangat terasa. Hawa dingin langsung berembus meski tidak ada AC dalam ruangan tersebut.

Kuburan Datuk Banjir itu terletak di kompleks makam keramat Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di kompleks makam ini, ada empat nisan berjajar yang berisi jasad orang sakti dan juru kuncen makam. Mereka berasal dari keluarga Datuk.

Untuk memasuki kompleks pemakaman yang terletak di belakang permukiman warga, peziarah dapat melalui dua jalur. Pertama jalan setapak agak lebar di samping dinding pembatas kolam pancing. Kemudian jalan lainnya melalui pematang sawah yang bisa diakses melalui belakang kompleks rumah warga.

Setiba di depan lokasi pemakaman, peziarah akan disambut dua patung harimau kecil yang nangkring di tiang depan kompleks. Di sisi kiri, ada pohon beringin. Akarnya yang menjuntai menambah kesan mistis di tempat tersebut.

Suasana di kompleks pemakaman Datuk Banjir di Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Sang juru kunci makam keramat, Yanto, mengajak wartawan masuk saat datang di kompleks makam. Dia lantas mempersilakan duduk di salah satu ruangan. Sejurus kemudian, pria yang juga keturunan Datuk Banjir itu terus memandangi sekitar. Matanya liar seolah banyak makhluk yang datang di ruangan tersebut.

Di tempat ini, Yanto menuturkan, peristiwa aneh kerap terjadi di kompleks pemakaman Datuk Banjir. Ini lantaran peziarah tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan di makam keramat tersebut.

“Jadi kemarin ada perempuan tiba-tiba kakinya jeblos di lantai keramik ini sedalam betis. Padahal saat diketuk lantai itu sangat padat,” kata Yanto mengawali perbincangan.

Loading...