Makhluk biawak pemakan mayat berkeliaran di Nusakambangan

73

M24.CO|Nusakambangan merupakan nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat eksekusi para terpidana mati dan juga tempat dikurungnya orang-orang dengan kasus pidana berat.

Nusa kambangan juga merupakan salah satu Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia.

Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia.

Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang di kelola oleh Departemen Kehakiman RI. Dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap.

Namun, tau kah anda jika pulau ini menyimpan segudang misteri yang memang telah dipercaya oleh para sipir yang berjaga disana? beberapa misteri bahkan di akui disaksikan langsung oleh para sipir disana.

Seperti dilansir laman fokuscilacap.com pada 13 agustus 2015, Salahsatunya adalah bahwa adanya Kawuk pemakan mayat. Bentuknya seperti biawak, berkaki empat, pemakan daging. Penciumannya tajam persis komodo. Bedanya dengan dua hewan melata itu, kawuk berdiri, liar menyerang manusia. Warga Solok Timur, Pangandaran, Jawa Barat, pantang menyimpan mayat dirumahnya. Solok secara wilayah masuk Nusa Kambangan, Jawa Tengah.

Jika menyusuri melalui kapal nelayan bisa menghabiskan sekitar empat jam dari pesisir Cilacap. Tempatnya terisolasi. Akses tertutup dan medan sulit sebab jalan masih terbatas.

Heri, nelayan ikan sekaligus pengantar wisatawan lokal atau mancanegara, membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Gerombolan kawuk mengejar mayat temannya tewas di dekat perkampungan Solok Timur.

Penerangan di Solok belum memadai. Jika malam tiba, genset mulai dioperasikan memasok listrik di desa paling selatan itu. Mengurai rasa penasarannya dengan sosok binatang pencari bangkai itu, dia harus melindungi teman sesama nelayan.

“Sudah kemalaman, jenazah harus dibawa ke kapal. Soalnya kawuk datang sekitar sepuluh ekor, kita semua buru-buru bawa pergi,” katanya di atas kapal miliknya, di Cilacap, Jawa Tengah.

Penduduk Solok sudah terbiasa sejak matahari terbenam memilih berdiam diri rumah. “Kalau malam sudah jarang keluar rumah. Bila keluar minimal harus bawa golok,” ujar Heri.

Heri mengatakan kondisi menakutkan memang disebar di pulau penjara kelas kakap itu. Selain cerita mistis, hewan-hewan jadi-jadian pun terekam oleh mata penduduk asli. “Ada juga hewan berkepala anjing, berbadan manusia penuh bulu. Sebutannya aul,” kata Heri.

Saat itu temannya sedang menebang pohon di tengah pulau. Menjelang sore sosok aul terlihat sekelebatan mata. Bentuknya aneh, jalannya miring, kepala dan badannya terbalik.

“Dia nggak menyerang, jalan cepat langsung menghilang,” ujarnya.

Aul diyakini sebagai seseorang sedang menimba ilmu hitam. Sebelum ilmunya sempurna, orang itu berubah menjadi manusia serigala dan kerap memangsa kambing.

Tak ada mengetahui awal ceritanya. Kisah tak berujung, alam menyimpan rahasianya dengan rapat.

Loading...