Menggali Misteri Kehidupan Bunian Kampung Melati

1723

legenda-orang-bunian-oleh-segiempat
M24.CO|PERCUT SEI TUAN

Misteri Kampung Bunian yang terletak Jalan Sukmo Ilang  di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang memiliki cerita tersendiri yang dapat membangkit bulu kuduk ketika membicarakannya ada sebuah permukiman gaib bangsa bunian yang konon menjadi buah bibir masyarakat setempat turun menurun. Tim redaksi mencoba mengungkap takbir dan kebenaran dari misteri perkampungan bunian di desa ini penuh diselimuti aroma mistis.

Juru kunci menunjukan lokasi kota bunian.
[Juru kunci menunjukan lokasi kota bunian].

Konon berdasarkan cerita pada awal tahun 1900-an, pekerja kebun PTPN II bersama dengan beberapa orang Belanda melintasi tempat di desa Kolam itu. rombongan pekerja kebun PTPN II dalam perjalanan pulang dari Kebun PTPN II menuju tempat tinggal mereka di desa Kolam setelah selesai bekerja di perkebunan milik PTPN II yang dulu masih dalam kekuasaan kolonial Belanda. Peristiwa itu terjadi menjelang Maghrib. Mereka menumpangi truk belanda melintasi tempat yang bernama Sukmo Ilang itu. Apakah yang terjadi dengan mereka? truk beserta penumpangnya hilang sampai sekarang nasib rombongan malang itu jadi misteri bagi masyarakat setempat.

Pengakuan pemilik warung Sholeh, Wagini (46) menuturkan memang berdasarkan cerita yang pernah didengar dari orang tua dahulu sekitar satu truk pekerja kebun raib ntah kemana. Menurut cerita raib di daerah Sukmo Ilang. “ya.. hilang sama truknya di Desa Kolam dan apabila bulan Suro sering terdengar suara gamelan mendayuh ntah dari mana asalnya. Ketika, warga yang mendengar mencari asal usul suara itu tiba-tiba menghilang begitu saja,” ungkap Wagini.

Hal senada dikatakan, Adi Supriadi salah seorang pemain gamelan Mardi Lestari mengatakan ada LSM yang mencari fakta keberadaan pekerja satu mandor yang hilang yang katanya mereka di bawa ke Suriname oleh Belanda. Namun, fakta itu hingga kini tidak terungkap kebenarannya dan menjadi sebuah misteri bagi masyarakat saat ini.

“Soal mereka hilang dimangsa oleh bunian cuma Gusti Allah yang maha tahu. Soal ada permukiman bunian saya pernah mendengar cerita dari sesepuh kampung dahulu ada seorang kakek bernama Mik’an sedang sakit tiba-tiba datang seorang dokter yang tak dikenal memberi obat dan menyuntik dirinya lalu pergi. Dan, ternyata menurut cerita mereka orang bunian yang membantu kakek Mik’an yang sedang sakit,” terang Supriadi.

Paranormal, Tugino
[Paranormal, Tugino]

Menurut salah seorang Paranormal, Tugino (49) yang bersahabat oleh penduduk kampung Melati mengatakan memang pada tahun 1900-an satu mandor pekerja perkebunan cokelat di PTPN II yang berjumlah 172 orang asal Jawa Tengah bersama Menir Belanda hilang raib kawasan Sukmo Ilang.

Memang, sempat bertemu dengan seorang Menir Belanda bernama ‘Shander Laek Horland’ dengan seragam topi wajah memegang tongkat dan memakai arloji serta berbadan cukup besar sambil duduk di kursi dengan gaya menir zaman belanda saat itu.

“Saya tidak sempat berinteraksi karena berbeda bahasa. Lalu saya tinggalkan saja. Soal pekerja yang raib bukan di mangsa oleh bangsa bunian tetapi memang mereka yang ingin masuk ke alam tersebut pada masa itu karena tidak tahan dengan kekejaman Belanda,” kata Tugino.

Selain itu, di alam bunian Kampung Melati memiliki sebuah Masjid Agung bertingkat delapan sebagai tempat beribadah bagi penduduk yang mayoritas muslim dan yang sering dijadikan tempat pertemuan para penghuni gaib dari pulau Jawa. Masjid Agung juga apabila ada hari besar Islam lain seperti Idul Adha sebagai tempat untuk para penduduk berkorban hewan peliharaannya seperti lembu dan kambing untuk dikorbankan pada hari raya Idul Adha. Di sana juga ada seorang penghulu namanya Pak Koci’ yang sudah memimpin selama 8 periode.

“Pak Koci’ sendiri apapbila berkorban mencapai 250 lembu yang harus dibagikan kepada penduduk yang membutuhkannya. Dan, jika lebaran saya sudah ditunggu Eyang Sakti jika tidak datang mereka akan sedih dan menangis karena saya tidak hadir merayakan Lebaran bersama mereka,” terangnya.

Paranormal, Tugino menunjukan bukti-bukti tulisan orang bunian
[Paranormal, Tugino menunjukan bukti-bukti tulisan orang bunian]

Memang, pada bulan Suro masyarakat setempat menggelar pertunjukan wayang kulit yang dahulu dalang Mbah Dalang yang sudah meninggal dunia yang sekarang digantikan oleh Raden Jaya Kesuma seorang dalang yang masih muda asal dari pulau Jawa. “Bayangkan untuk membuat teratak untuk menampung penonton bisa dikerjakan selama 3 hari 3 malam baru siap, kalau di dunia malam hari di alam bunian siang hari. Biasanya kita rutin pada waktu suro-an di Kampung Melati sebagai undangan dari alam manusia,” cetus Tugino.

Dan, adat istiadat perkawinan seperti pesta perkawinan keraton Solo dan para abdi seusai menjumpai pejabat langsung berbalik badan meninggalkan pejabat tersebut. Namun, harus berjalan mundur dengan keadaan jonggok secara perlahan sebagai bentuk penghormatan kepada atasan. Sebagian besar penduduk memang menggunakan bahasa Jawa.

“kalau di lihat dari ciri, perbedaan orang bunian dengan manusia terdapat pada bentuk telapak kaki tidak menghadap ke depan, melainkan menghadap ke belakang. Satu lagi perbedaan ciri antara manusia dengan orang bunian adalah orang bunian tidak memiliki garis yang terletak antara hidung dan mulut seperti yang dimiliki oleh manusia dan postur lebih pendek daripada manusia serta mereka bisa berubah-ubah wujud jadi apa saja, ” kata Tugino.

Manajemen pemerintahan hampir sama dengan manusia di sana ada seorang Walikota, Camat dan Lurah serta Penghulu yang mengatur segala urusan masyarakat Kampung Melati. Dan, memiliki pasar yang menjual aneka kebutuhan seperti sayur mayur, beras, ikan, telur dan daging dan lain-lain. Dalam perjalan menjelajahi kampung ini dirinya dalam bentuk sukma apabila, jiwa-raga kita hendak masuk harus menjalani puasa selama 40 hari 40 malam. Kalau untuk waktu di dunia nyata 7 hari kalau di dimensi Kampung Melati 49 hari.

“Jika ingin masuk ke dalam alam mereka kita harus membawa bekal sendiri seperti makanan dan minuman karena jika memakan dan meminum dari alam sana bisa berakibat fatal di mana kita bisa melihat orang sementara orang tidak bisa melihat diri kita setelah keluar dari alam mereka,” papar Tugino.

Ketika ditanya tim redaksi soal apakah saudara pernah meminta bantuan dari penghuni bunian kampung Melati tersebut. Tugino menjawab pernah yaitu ketika ada orang datang ingin berobat karena sakit diderita tak kunjung sembuh lalu dirinya minta bantuan penghuni kampung Melati hingga sembuh. Dan, meminta bantuan ketika dalam perebutan lahan tanah PTPN II dengan sejumlah preman.

“Saya meminta bantuan 3 ribu pasukan untuk mendampingi saya dan teman untuk menghadapi kawanan preman. Alhamdulillah ! para preman lari dikiraian kami mengerahkan ribuan pasukan untuk melawan mereka padahal kami cuma berlima saat itu. Tapi, ada petani yang melihat ribuan pasukan membawa bambu kuning membantu kami kata petani tersebut. Tapi, kalok minta togel mereka sangat marah karena judi itu dosa,” ingatnya.

Teringat saat kunjungan di kampung Melati mereka sempat menulis pesan kepada manusia bahwa kita sesama makhluk ciptaan tuhan harus berbuat baik antar sesama. Dan, tertulis “Orang sini kalau hatinya tulus gak bohong banyak selamatnya. Kadang dikasi rezeki lupa. Di sini orang Jawa semua ada Ngapak” itulah pesan yang sempat tertulis ke dalam sebuah kertas bagi kita semua.[winsah]

Loading...