Menyelusuri Jejak Misteri Rumah Tjong A Fie (Bagian 1)

518

tjong-a-fie-mansion-787x445
M24.CO|MEDAN

Siapa yang tak mengenal sosok Tjong A Fie. Walau hidup di tahun 1860 hingga 1921, namun peninggalannya jadi jembatan waktu antara masa lampau dengan generasi kini. Peninggalan berupa rumah di Jalan Ahmad Yani bercerita banyak tentang sosok dermawan itu semasa hidupnya.

Dikenal sebagai Tjong A Fie Mansion bangunan di Jalan Ahmad Yani No. 105 Medan itu jadi saksi sejarah. Kini banyak wisatawan yang mengunjungi bangunan itu untuk mengetahui seperti apa sosok Tjong A Fie.

Rumah Tjong A Fie 2
Saat tim tiba di rumah dengan konstruksi bergaya Tiongkok itu, langsung disambut Desi salah seorang pengurus Tjong A Fie Mansion. Desi banyak bercerita tentang mansion dan sosok pendirinya.

Tjong A Fie, jelas Desi, dilahirkan tahun 1860 di desa Sungkow, daerah Moyan atau Meixien. Pada masa jayanya, Tjong A Fie sangat dermawan dan memegang peranan besar di pemerintahan Kesultanan Deli.

Kepiawaiannya dalam bergaul menjadikan Tjong A Fie sebagai tokoh pemersatu yang mampu menjaga keharmonisan hubungan antara pemerintah Hindia Belanda, Kesultanan Deli, etnis Tionghoa dan etnis lainnya.

Rumah bersejarah itu menjadi gambaran bagaimana Tjong A Fie selalu mendapat kunjungan dari berbagai etnis dan lapisan masyarakat. Di lantai dua ada ruang yang khusus untuk menerima tamu dari kalangan Kesultanan Deli dan masyarakat lainnya.

Banyak kegiatan Tjong A Fie terdokumentasi melalui foto-foto yang terpajang di dinding-dinding rumah. Mulai dari momen kumpul keluarga, ulang tahun hingga pernikahan.

“Ada juga lukisan serta perabotan rumah yang digunakan oleh keluarganya. Pengunjung juga dapat mempelajari budaya Melayu-Tionghoa dari arsitektur dan koleksi perabotan di rumahnya,” kata Desi.

Rumah tersebut didesain dengan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco. Lama tinggal di Medan, Tjong A Fie banyak belajar dan memiliki teman dekat dari kalangan Melayu. Itu juga digambarkan pada arsitektur dan ornamen-ornamen yang terdapat di rumah tersebut.

Tjong A Fie juga merupakan orang yang gemar membaca. Tumpukan buku koleksi beliau yang masih tersimpan dalam lemari, jadi bukti hobinya membaca. Ruang tidurnya diisi tempat tidur klasik terbut dari kayu. Kemudian ada meja hias dan kursi santai.

Kemudian ruang makan berbahan kayu, dilengkapi dengan koleksi piring dan gelas lawas yang terpajang di atas meja makan. Ada ruang ibadah yang cukup luas, dilengkap pernak-pernik dan lukisan asal Tiongkok.

Rumah Tjong A Fie 1cMenurut Desi hampir seluruh perabotan dan bangunan berbahan kayu. Atap berbahan kayu yang dilukis ornamen Tiongkok, anak tangga berbahan kayu, beberapa ruang juga dinding atau pembatasnya juga berbahan kayu. Tidak ketinggalan, semua perabotan seperti lemari, rak, kursi, meja, hingga tempat tidur dan beberapa pajangan juga dari bahan kayu, khususnya kayu jati.

Kedermawanan Tjong A Fie juga terkenal sampai sekarang. Sebelum meninggal dunia, dia mewasiatkan seluruh kekayaannya di Sumatera maupun di luar Sumatera untuk kegiatan sosial. Di antaranya untuk fakir miskin, pengembangan pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.

Pengurusan warisan itu diserahkan kepada Yayasan Toen Moek Tong yang harus didirikan di Medan dan Sungkow, Tiongkok.

Tjong A Fie juga mewasiatkan agar yayasan itu memberikan bantuan keuangan kepada pemuda berbakat dan berkelakuan baik dan ingin menyelesaikan pendidikannya, tanpa membedakan kebangsaan.

“Tjong juga berpesan agar yayasan membantu mereka yang tidak mampu bekerja dengan baik karena cacat serta membantu para korban bencana alam tanpa memandang kebangsaan atau etnis,” tambahnya.

Paranormal, Harianto
Paranormal, Harianto

Itulah warisan Tjong A Fie. Rumah itu menyimpan segudang cerita tentang sosok dermawan yang tidak lagi melihat sekat-sekat etnis, agama dan budaya dalam kehidupannya.

Rumah tua yang tetap lestari dan terjaga itu juga menyimpan cerita misteri dari dunia lain. Sebelumnya mendengar beberapa pengakuan tentang “penunggu” di rumah Tjong A Fie.

Itulah yang membuat mXP.com coba menguak, seperti apa kisah-kisah misteri dan makhluk gaib apa saja yang ikut “meramaikan” Tjong A Fie Mantion.

Bersama ahli supranatural R Harianto dan tim redaksi coba melakukan penerawangan. Hasilnya, Harianto menyimpulkan terjadi keseimbangan antara anergi Yin dan Yang di Tjong A Fie Mantion.

“Itulah yang membuat rumah ini bisa bertahan hingga seratus tahun lebih dan tetap bisa dihuni,” katanya.

Artinya penghuni di rumah itu tidak merasa terganggu dengan kehadiran makhluk-makhluk astral. Benarkah? (winsah) (bersambung)

Loading...