Parpatti, ritual meruwat karma penjahat cinta

24

Rel-Dedi | Anda pernah menjadi korban aksi Pemberi Harapan Palsu (PHP) untuk urusan cinta? Atau, kesetiaan dikhianati pasangan? Bahkan batin dan raga telah remuk karena prilaku KDRT? Semua itu tentu menyakitkan.

Bahkan malu nggak ketulungan. Itu karena kadung menceritakan si dia ke banyak orang dengan nada pengharapan yang tinggi. Dan sampai sekarang derita itu membuat Anda susah move on? So?

Terinspirasi kisah pilu banyak wanita di acara reality show sebuah stasiun tivi swasta yang dipandu Roy Kiyoshi, paranormal Abah Rahman punya ritus spiritual khusus mengobati luka para korban tragedi asmara atau rumah tangga itu.

“Tak hanya meditasi untuk membangkitkan semangat yang hancur, ritual khusus ini juga bisa menjadi sarana untuk membalas tragedi asmara itu. Bukan balas dendam, tapi membalas derita itu dengan serangan karma demi kebaikan orang yang telah menyakiti kita,” jelas Abah Rahman.

“Misal,” cenayang itu merinci, “pun terlanjur sakit hati tapi karena masih cinta, Anda ingin si pemberi harapan palsu atau pasangan suka nyerong itu menjadi bertekuk lutut. Artinya, giliran dia yang tergila-gila pada Anda.

Bisa juga, Anda ingin pacar atau suami yang di rumah suka main silat dan tinju itu dapat sebuah cobaan kecil dan itu kemudian membuatnya sadar dari kekhilafannya trus tobat.

Selama niatnya bukan untuk membuat celaka, apalagi mengorbankan nyawa, Parpatti adalah solusi untuk problem jenis ini. Bukan mengajarkan peperangan, Parpatti adalah media pembuka jalan luhur untuk karma.”

Nah, guna menjelaskan ritual Parpatti, dukun pengoleksi kitab kuno itu harus melayangkan memorinya ke masa di tahun-tahun berlalu. Persisnya saat dia mempelajari sisa-sisa bukti tradisi Pemena di beberapa wilayah terpencil di Tanah Karo. Pemena adalah kepercayaan Karo kuno. “Dan, Parpatti,” beber Abah Rahman, “adalah (ritual) bagian dari madzhab mistik India kuno yang masuk ke Karo sekitar 938 tahun lalu. Parpatti artinya penyerahan diri.

Penyerahan diri secara total kepadaNya. Ritual itu mengajarkan laku tentang etos kerja, pengendalian diri. Karena nilai-nilai itu, orang yang melakukan Parpatti jauh dari kemurkaan.

Pengamalnya percaya, hanya dengan melakukan kebaikan seseorang dapat memperoleh kebaikan. Wejang lengkap soal itu ada dalam kitab Baghawatgita.”

Begitulah. Banyak literatur memang mengakui Karo sebagai suku hasil kawin mawin budaya India. Persisnya India Tamil. Kisah kawin mawin budaya itu berawal dari kedatangan 1500 pedagang asal India Selatan.

Orang-orang Tamil dari Colay, Pandya, Teykaman, Muoham, Malaylam, dan Kalingga itu masuk ke Karo pada tahun 1080. Nah, kenangan kampung halaman 1500 orang Tamil pertama masuk Karo itu tergambar dalam filosofi sejumlah sub marga, seperti Brahmana, Pandia, Colya, Guru Kinayan, Keling, Depari, Pelawi, Bunuh Aji, Busuk, Muhan, Meliala, Pande Bayang, Maha, Teykang, dan Kapur,

“Dan ritual Parpatti serta keampuhannya saya dalami saat menemukan sisa situs keramat tentang kisah 2 dari 1500 orang Tamil pendatang itu. Di situs tua itu saya berdoa-doa sambil bertapa,” jelas Abah Rahman soal muasal ritual kuno itu.

Lalu siapa kiranya 2 orang baheula di balik ritual mistik India yang digelar Abah Rahman saban mengobati wanita korban penganiayaan bermotif cinta itu?
Tak ada catatan sejarah soal itu. Tapi menurut cerita mulut ke mulut yang berkembang, 2 orang itu adalah pasangan suami istri yang semasa hidup dikenal memiliki kekuatan cinta.

Pun telah lama didalami, di antara sejumlah ritual lain andalannya, Parpatti ternyata terbilang jarang digelar Abah Rahman. Cerita soal ritual kuno guna membuka jalan karma itu mengemuka saat paranormal itu menyaksikan tayangan reality show yang dipandu paranormal Roy Kiyoshi.

Dalam setiap episode, acara itu menghadirkan kisah pilu wanita-wanita metropolis. Dan semua tayangan pilu berbau mistis itu mirip dengan problem para perempuan pasien Abah Rahman yang pernah menjalankan ritual Parpatti. Anda perempuan dan teraniaya akibat cinta?

Loading...